KALBAR SATU ID – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk kembali menunjukkan pergerakan tajam pada awal pekan. Pada perdagangan Senin (2/2/2026), harga emas Antam melonjak signifikan hingga Rp167.000 dan kini menembus level Rp3.027.000 per gram.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia Antam yang tercatat pada pukul 08.59 WIB, kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya harga emas sempat mengalami koreksi besar pada Sabtu lalu. Saat itu, harga emas turun drastis Rp260.000 ke level Rp2.860.000 per gram, menjadi salah satu penurunan terdalam sepanjang sejarah perdagangan emas Antam.
Lonjakan hari ini sekaligus menandai perubahan arah harga setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir.
Namun, di tengah penguatan harga jual, harga buyback atau pembelian kembali justru bergerak berlawanan. Antam menetapkan harga buyback di level Rp2.633.000 per gram, turun Rp21.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Perbedaan arah antara harga jual dan buyback ini kembali menjadi sorotan para investor dan pemilik emas, karena berpengaruh langsung terhadap potensi keuntungan saat menjual kembali.
Menariknya, kenaikan emas domestik justru terjadi ketika harga emas global sedang melemah. Pada perdagangan Senin pagi, harga emas dunia di pasar spot tercatat turun 2,90% ke posisi US$4.723,45 per troy ons.
Bahkan pada perdagangan Jumat sebelumnya, harga emas global sempat anjlok lebih dalam hingga 9,83% dan menyentuh level terendah di US$4.680,53 per troy ons.
Pergerakan harga yang kontras antara pasar global dan domestik ini membuat dinamika emas semakin diperhatikan masyarakat.
Fluktuasi harga emas Antam yang naik turun dalam waktu singkat kerap memicu aktivitas jual beli.
Banyak pembeli, investor, hingga penjual kembali memantau harga harian sebagai bahan pertimbangan transaksi, terutama saat harga menyentuh level psikologis di atas Rp3 juta per gram.
Kondisi ini membuat pasar emas dalam negeri diperkirakan akan semakin aktif dalam beberapa hari ke depan.





