KALBAR SATU ID, BISNIS – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, masih bergerak fluktuatif namun tetap berada di kisaran Rp16.800-an.
Pergerakan ini melanjutkan tren dalam beberapa hari terakhir yang menunjukkan rupiah berada di bawah tekanan moderat dari penguatan dolar AS di pasar global.
Berdasarkan data kurs transaksi yang dirilis Bank Indonesia, nilai tukar dolar AS berada di sekitar Rp16.897 per dolar untuk kurs jual, sementara kurs beli tercatat di kisaran Rp16.728 per dolar. Angka tersebut menunjukkan bahwa rupiah masih berada dalam rentang yang relatif stabil meski tekanan eksternal masih terasa.
Dalam sepekan terakhir, pergerakan rupiah terhadap dolar AS tercatat berada dalam rentang sekitar Rp16.755 hingga Rp16.974 per dolar. Fluktuasi tersebut mencerminkan volatilitas yang masih terkendali, meskipun sentimen global belum sepenuhnya stabil.
Analis menilai kuatnya dolar AS di pasar internasional menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah. Permintaan terhadap dolar sebagai aset lindung nilai meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang.
Meski demikian, fundamental ekonomi domestik dinilai masih cukup solid untuk menjaga stabilitas rupiah. Inflasi yang terkendali serta aktivitas perdagangan yang relatif stabil menjadi faktor pendukung yang membantu meredam tekanan terhadap nilai tukar.
Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam rentang yang terbatas pada perdagangan hari ini. Pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi berbasis dolar AS disarankan untuk terus memantau perkembangan kurs guna mengantisipasi perubahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.




