Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini, Senin 2 Maret 2026, Rupiah Bertahan di Level Rp16.700-an

Dollar ke Rupiah, Sumber Foto : Finansial
Dollar ke Rupiah, Sumber Foto : Finansial

KALBAR SATU ID, BISNIS – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026, masih menunjukkan kecenderungan stabil di awal pekan.

Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS, melanjutkan pola fluktuasi terbatas yang terjadi pada akhir Februari lalu.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan referensi kurs tengah yang dirilis Bank Indonesia, posisi rupiah terakhir tercatat di sekitar Rp16.758 per dolar AS, dengan kurs jual mendekati Rp16.841 per dolar AS. Angka tersebut menggambarkan bahwa tekanan terhadap mata uang domestik masih terasa, meskipun belum menunjukkan pelemahan yang signifikan.

Pergerakan rupiah pada awal pekan ini dipengaruhi sentimen global, terutama ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Dolar AS masih relatif kuat karena investor menilai kebijakan moneter ketat kemungkinan tetap dipertahankan untuk menjaga stabilitas inflasi di negara tersebut. Kondisi ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, bergerak dalam ruang yang terbatas.

Dalam sepekan terakhir, nilai tukar rupiah tercatat bergerak di rentang sekitar Rp16.755 hingga Rp16.882 per dolar AS. Rentang ini menunjukkan volatilitas yang masih terkendali, meski pelaku pasar tetap berhati-hati dalam mengambil posisi transaksi.

Dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia dinilai cukup stabil. Inflasi yang terkendali serta neraca perdagangan yang relatif baik menjadi faktor penopang agar rupiah tidak mengalami tekanan berlebihan.

Namun demikian, arus modal asing dan dinamika pasar global tetap menjadi variabel utama yang memengaruhi arah pergerakan selanjutnya.

Analis memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dalam kisaran yang moderat sepanjang awal Maret 2026. Pelaku usaha dan masyarakat pun diimbau untuk terus memantau perkembangan nilai tukar, terutama bagi yang memiliki aktivitas transaksi berbasis dolar AS.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan