KALBAR SATU ID, BISNIS – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026, terpantau bergerak stabil di awal pekan. Rupiah masih diperdagangkan di kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS, melanjutkan tren fluktuatif yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan referensi kurs dari Bank Indonesia, posisi rupiah sebelumnya ditutup di sekitar level Rp16.800-an per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan bahwa mata uang domestik masih berada dalam tekanan moderat seiring kuatnya dolar AS di pasar global.
Sentimen eksternal menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pergerakan rupiah. Ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang masih relatif tinggi membuat dolar tetap diminati investor sebagai aset aman. Kondisi ini menyebabkan sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, bergerak terbatas.
Meski demikian, volatilitas nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir masih tergolong terkendali. Pergerakan kurs berada dalam rentang yang tidak terlalu lebar, menandakan stabilitas pasar valuta asing domestik masih terjaga.
Dari sisi dalam negeri, fundamental ekonomi Indonesia juga dinilai cukup kuat untuk menopang stabilitas rupiah. Inflasi yang relatif stabil serta aktivitas perdagangan yang tetap berjalan normal menjadi faktor pendukung bagi nilai tukar agar tidak mengalami pelemahan yang lebih dalam.
Para analis memperkirakan pergerakan rupiah sepanjang pekan ini masih akan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global serta arus modal asing di pasar keuangan. Oleh karena itu, pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi berbasis dolar AS disarankan untuk terus memantau perkembangan kurs guna mengantisipasi perubahan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.




