KALBAR SATU ID, BISNIS – Stabilitas sistem keuangan Indonesia masih menjadi perhatian utama memasuki pertengahan Agustus 2026. Hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menunjukkan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia pada triwulan II 2026 tetap terjaga.
Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi perekonomian nasional menghadapi berbagai tekanan eksternal. Koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan terus diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Salah satu indikator penting adalah posisi cadangan devisa Indonesia yang pada akhir Juni 2026 mencapai US$145,6 miliar. Posisi tersebut setara dengan pembiayaan sekitar 5,5 bulan impor dan berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Di sisi pasar modal, IHSG juga mencatat penguatan pada perdagangan terakhir sebelum akhir pekan. IHSG ditutup di level 6.401,89 pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Namun, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan risiko eksternal seperti perubahan kebijakan suku bunga global, pergerakan dolar AS, harga komoditas, dan ketegangan geopolitik.
Memasuki pekan baru, arah kebijakan ekonomi pemerintah serta perkembangan pasar global diperkirakan menjadi perhatian utama investor dan pelaku usaha.







