KALBAR SATU ID – Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bernama Bayanaka Patal Ramlan, warga Jalan Tanjung Pura Gang Pagar Alam No. 20, Kelurahan Benua Melayu Laut, Kecamatan Pontianak Selatan, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat bermain di sekitar Parit Tokaya pada Senin (8/12/2025).
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan kronologi kejadian. Menurutnya, korban pamit bermain sekitar pukul 10.00 WIB, tepat saat banjir rob menggenangi kawasan tersebut.
“Korban pamit bermain di sekitar parit yang sedang tergenang banjir rob. Hingga malam hari, tepatnya pukul 19.05 WIB, korban tidak kembali ke rumah sehingga keluarga melapor dan diduga korban tenggelam di Parit Tokaya,” ujar I Made Junetra.
Tim SAR Kerahkan Satu Regu Lengkap Peralatan
Setelah menerima laporan, Kantor SAR Pontianak langsung menurunkan satu tim rescue untuk melakukan pencarian.
“Kami memberangkatkan satu tim rescue menggunakan Rescue Car D-Max, dilengkapi rubber boat, peralatan evakuasi, medis, navigasi, komunikasi, selam, dan peralatan pendukung lainnya,” jelasnya.
Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran parit dan memeriksa beberapa titik yang diperkirakan bisa menjadi lokasi korban terseret arus.
Ditemukan 21 Meter dari Lokasi Kejadian
Setelah upaya pencarian intensif, korban akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan Pada Selasa Pagi 9 Desember 2025.
“Korban ditemukan pada koordinat 0° 2′ 27.78″ S — 109° 20′ 35.10″ E, berjarak kurang lebih 21 meter ke arah hulu dari lokasi kejadian, dalam keadaan meninggal dunia,” kata Junetra.
Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Imbauan Tim SAR untuk Masyarakat
Sebagai langkah pencegahan, I Made Junetra mengingatkan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak terutama di area rawan air.
Berikut imbauannya:
1. Awasi Anak Secara Ketat
Anak harus berada di bawah pengawasan orang dewasa ketika berada di dekat sungai, parit, atau genangan air.
Jangan biarkan anak bermain sendiri di area berisiko, meskipun dianggap aman atau dangkal.
2. Hindari Aktivitas di Tepi Sungai Saat Cuaca Ekstrem
Saat hujan deras atau banjir rob, arus menjadi sangat deras dan berbahaya.
Anak-anak sebaiknya dilarang mandi atau bermain di aliran air pada kondisi tersebut.
3. Kenalkan Bahaya Sungai Sejak Dini
Edukasi anak tentang bahaya arus bawah, perubahan kedalaman, dan licinnya dasar sungai.
Sampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami.
Kejadian tragis ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada, terutama pada musim penghujan ketika risiko tenggelam meningkat.






