KALBAR SATU ID – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terus memperkuat peran dan kontribusinya dalam pengembangan kapasitas mahasiswa serta pembangunan sumber daya manusia. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Seminar Ekonomi Syariah yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara HMI dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Abdussalam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperluas ruang kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan dan perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi syariah, pengembangan intelektual mahasiswa, serta kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Ketua HMI, Mahmudi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata dilakukan untuk memperkenalkan HMI kepada mahasiswa maupun lingkungan perguruan tinggi.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang memperkenalkan HMI. Lebih jauh, kami ingin membangun kolaborasi strategis antara organisasi mahasiswa dan perguruan tinggi. HMI dan STEI Abdussalam memiliki ruang yang sangat luas untuk bersinergi dalam membangun kapasitas mahasiswa dan menghadirkan gagasan-gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mahmudi, dalam keterangannya, Kamis (3/9/25).
Menurut Mahmudi, perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pemikiran, sementara organisasi mahasiswa dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang berkembang di masyarakat.
Karena itu, kata dia, kolaborasi antara HMI dan STEI Abdussalam diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai program konkret dan berkelanjutan.
“MoU ini jangan sampai hanya menjadi dokumen kerja sama. Harapan kami, setelah ini ada program-program nyata yang bisa kita jalankan bersama, baik dalam bentuk seminar, diskusi, kajian, pelatihan, penelitian, pengembangan kewirausahaan, maupun pengabdian kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, ekonomi syariah menjadi salah satu isu yang penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda. Mahasiswa, menurutnya, perlu memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai bagaimana prinsip-prinsip ekonomi Islam dapat diterapkan dalam kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu melihat ekonomi syariah bukan hanya sebagai sebuah teori, tetapi juga sebagai peluang dan solusi dalam menjawab tantangan ekonomi masyarakat. Karena itu, ruang diskusi dan kolaborasi seperti ini perlu terus diperbanyak,” ungkapnya.
Sementara itu, seminar ekonomi syariah yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan kepada peserta mengenai perkembangan ekonomi syariah sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru dari kalangan mahasiswa.
Kolaborasi HMI dengan STEI Abdussalam juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem kerja sama yang lebih luas antara organisasi mahasiswa dan perguruan tinggi. Sinergi tersebut dinilai penting dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Melalui kerja sama ini, HMI menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dan menjadikan organisasi sebagai wadah pengembangan intelektual, kepemimpinan, serta pengabdian bagi mahasiswa dan masyarakat.
“Pada akhirnya, yang ingin kita bangun adalah kolaborasi yang memberikan dampak. HMI hadir bukan hanya untuk berorganisasi, tetapi juga untuk belajar, membangun gagasan, menciptakan ruang-ruang produktif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” pungkas Mahmudi.






