KALBAR SATU ID – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan banjir melanda hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat sejak beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio menyebutkan bahwa kondisi ini mencapai puncaknya pada hari ini.
Sutikno, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Supadio, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem sejak kemarin, termasuk potensi pengaruh air pasang laut.
“Kemarin sudah kami rilis potensi cuaca ekstrem termasuk air pasang laut. Hari ini adalah puncak cuaca ekstrem. Muka air Sungai Kapuas hari ini mencapai 3,0 meter, tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Terakhir kali setinggi ini terjadi pada tahun 2010 dengan ketinggian yang sama,” ujar Sutikno dalam keterangannya, Selasa (9/12/25).
Ia menjelaskan, tingginya muka air dipengaruhi beberapa faktor alam sekaligus. “Kondisi ini dipicu fase bulan purnama yang memengaruhi pasang air laut, ditambah hujan lebat di wilayah laut yang membawa angin kencang hingga ke daratan,” lanjutnya.
SAR Pontianak Siaga Penuh
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak turut meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir dan dampak cuaca ekstrem lainnya. Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan bahwa personel sudah disiagakan sejak pagi.
“Persiapan kami dari sisi sumber daya manusia dan peralatan kami sudah lakukan pengecekan saat kami melaksanakan apel pagi di halaman Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, tugas kami sesuai undang – undang adalah melaksanakan tindakan awal berupa pencarian dan pertolongan di saat terjadi tanggap darurat Bencana, dan kami selalu update mengenai informasi yang di sampaikan oleh BMKG terkait cuaca,” ujar I Made Junetra.
SAR Pontianak selalu bekerja sama dan berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah baik Provinsi, Kabupaten/Kota begitu dengan TNI – Polri dalam memantau potensi situasi darurat di lapangan
Ia menegaskan bahwa masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat jika terjadi bencana.
“Jika terjadi emergensi, masyarakat dapat menghubungi 115 sebagai nomor pusat. Untuk kondisi urgent di wilayah, bisa menghubungi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), nanti mereka meneruskan kepada kami sehingga kita bisa berkolaborasi bersama masyarakat,” tambahnya.
Imbauan kepada Masyarakat
BMKG mengimbau warga Kalimantan Barat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, pohon tumbang, gelombang tinggi di perairan, serta peningkatan angin kencang. Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Kapuas diminta memperhatikan ketinggian air yang masih berada pada level sangat tinggi.
Sementara itu, SAR Pontianak mengingatkan agar masyarakat tidak ragu menghubungi nomor resmi apabila membutuhkan bantuan, serta selalu berhati-hati beraktivitas di luar rumah selama cuaca ekstrem berlangsung.






