Jelang Ramadhan, Bupati Sujiwo Tinjau Operasi Pasar Elpiji Subsidi di Kubu Raya

Jelang Ramadhan, Bupati Sujiwo Tinjau Operasi Pasar Elpiji Subsidi di Kubu Raya
Jelang Ramadhan, Bupati Sujiwo Tinjau Operasi Pasar Elpiji Subsidi di Kubu Raya. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID – Meredam potensi gejolak harga elpiji bersubsidi jelang bulan suci Ramadan, Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau langsung pelaksanaan operasi pasar elpiji tiga kilogram atau gas melon di halaman Kantor Camat Rasau Jaya, Kamis (29/1/2026). Bupati Sujiwo mengatakan pemerintah kabupaten menggelar operasi pasar guna memastikan harga terkendali dan pasokan aman bagi masyarakat. Operasi pasar dilaksanakan serentak di sembilan kecamatan.

Sujiwo menegaskan pemerintah daerah tidak ingin persoalan elpiji bersubsidi dianggap sepele. Sebab, dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat kecil.

Bacaan Lainnya

“Operasi pasar ini kita laksanakan di sembilan kecamatan secara proporsional. Target kita sebenarnya 50 ribu tabung, tetapi yang baru disetujui Pertamina saat ini 10.640 tabung,” kata Sujiwo.

Dalam operasi pasar tersebut, gas melon dijual dengan harga resmi Rp18.500. Menariknya, masyarakat tak perlu membayar seharga itu. Karena, Sujiwo memberikan subsidi pribadi senilai Rp3.500, sehingga warga cukup membayar Rp15 ribu per tabung.

“Ini kita jual Rp18.500, lalu saya subsidi secara pribadi Rp3.500. Jadi masyarakat cukup membayar Rp15.000 per tabung,” ujarnya.

Sujiwo menjelaskan operasi pasar memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menstabilkan harga elpiji bersubsidi. Kedua, meminimalkan potensi kelangkaan. Ketiga, membantu masyarakat agar tetap bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Persoalan gas elpiji subsidi ini jangan dianggap sepele. Kalau sudah meresahkan, apalagi dijual tidak sesuai aturan, itu bisa memicu persoalan sosial,” tegasnya.

Ia mengingatkan seluruh pangkalan agar mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, selisih harga Rp2.500 hingga Rp3.000 sangat berarti bagi masyarakat kecil.

“Bagi emak-emak itu Rp2.500 atau Rp3.000 sangat berharga. Kalau dikejar terus harganya, kasihan masyarakat,” ucapnya.

Lebih jauh Sujiwo menyoroti praktik penjualan elpiji bersubsidi ke pengecer yang kemudian dijual kembali dengan harga melambung. Bahkan, ia menyebut ada wilayah yang menjual gas melon hingga Rp35 ribu per tabung.

“Ini jelas peruntukannya hanya untuk masyarakat miskin. Kalau sampai dijual Rp27 ribu bahkan Rp35 ribu, itu sudah keterlaluan,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sujiwo didampingi Dandim dan Kapolres Kubu Raya. Ia mengapresiasi peran aparat keamanan yang turut membantu mengantisipasi potensi gejolak sosial akibat persoalan distribusi elpiji bersubsidi.

“Saya minta tolong kepada pangkalan-pangkalan, juallah sesuai aturan. Marginnya sudah ada, sehari bisa ratusan tabung. Harusnya bersyukur,” katanya mengingatkan.

Meski demikian, Sujiwo memberi ruang bagi pengecer untuk membantu distribusi di desa-desa yang belum memiliki pangkalan, dengan catatan tetap mengikuti aturan harga dan tidak bersikap sewenang-wenang. Menutup keterangannya, Sujiwo kembali menegaskan pentingnya pengawasan menjelang Ramadan dan Idulfitri agar persoalan elpiji bersubsidi tidak berkembang menjadi masalah sosial yang lebih besar.

“Saya mohon menjelang Ramadan ini, jangan sampai gas elpiji bersubsidi menjadi pemicu persoalan. Agen dan pangkalan tolong dipantau bersama,” pungkasnya.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan