KALBAR SATU ID – Program bedah rumah bagi warga kurang mampu kembali menunjukkan hasil nyata. Rumah milik Ibu Aisiah yang beralamat di Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, resmi diresmikan pada Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Lazisnu, BWI, Kementerian Agama, dan Baznas Ketapang sebagai bentuk penguatan gerakan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Acara peresmian dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya perwakilan BWI H. Maryadi Asmui, perwakilan Baznas, Camat Delta Pawan, serta Kementerian Agama Ketapang. Rangkaian kegiatan diisi dengan sambutan dari para pihak terkait dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh perwakilan pengurus NU, Ustadz Muhammad Affandi.
Ketua Lazisnu Ketapang, Muhammad Maniri, dalam keterangannya menyampaikan bahwa program ini berawal dari kegiatan penyaluran fidyah puasa yang difokuskan kepada fakir miskin. Dari kegiatan tersebut, tim LazisNU menemukan kondisi tempat tinggal Ibu Aisiah yang sangat memprihatinkan dan tidak layak huni.
“Awalnya kami menyalurkan fidyah kepada para fakir miskin, salah satunya kepada Ibu Aisiah. Setelah melihat langsung kondisi rumah beliau, kami menilai sangat mendesak untuk dilakukan bedah rumah agar menjadi layak huni,” ujar Maniri.
Ia menambahkan, realisasi program ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, kolaborasi antara Lazisnu, BWI, Kementerian Agama, dan Baznas menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
“Alhamdulillah, berkat kolaborasi dan kepedulian bersama, rumah Ibu Aisiah kini telah menjadi tempat tinggal yang layak. Ini adalah bukti bahwa gerakan kemanusiaan akan semakin kuat jika dilakukan secara bersama-sama,” tambahnya.
Muhammad Maniri berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat solidaritas sosial demi membantu saudara-saudara yang berada dalam kondisi sulit.
“Peresmian rumah ini menjadi simbol nyata bahwa kepedulian sosial yang dibangun melalui sinergi lintas lembaga mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan,” pungkas Maniri.
