Pemkab Kubu Raya Tata Pujasera Pasar Kakap, Ditargetkan Rampung Desember

Pemkab Kubu Raya Tata Pujasera Pasar Kakap, Ditargetkan Rampung Desember
Pemkab Kubu Raya Tata Pujasera Pasar Kakap, Ditargetkan Rampung Desember. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID – Bupati Kubu Raya Sujiwo meninjau progres renovasi dan penataan Pusat Jajanan Selera Rakyat (Pujasera) Pasar Kakap, Kecamatan Sungai Kakap, Selasa (6/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan penataan fasilitas publik dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat berjalan sesuai rencana. Sujiwo mengungkapkan revitalisasi Pujasera Pasar Kakap telah dianggarkan melalui APBD Perubahan dan ditargetkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026.

Menurutnya, penataan Pujasera menjadi prioritas karena selain mendorong pemberdayaan UMKM, kawasan tersebut memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, termasuk dari aktivitas perparkiran yang selama ini belum dikelola secara optimal. Bupati Sujiwo mengatakan penataan Pujasera Pasar Kakap merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghidupkan kembali aset milik pemerintah sekaligus menciptakan ruang ekonomi dan ruang publik bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Ini Pujasera, Pusat Jajanan Selera Rakyat. Insyaallah ini sudah kita anggarkan di APBD Perubahan dan bulan ini harus sudah bisa dikerjakan. Ini nanti akan segera kita tata, untuk stan-stan yang akan ditempati UMKM dan masyarakat Kecamatan Sungai Kakap,” kata Sujiwo.

Ia menjelaskan pembangunan kios secara keseluruhan belum dapat dilakukan tahun ini karena keterbatasan anggaran. Pemerintah daerah memilih memprioritaskan penataan Pujasera terlebih dahulu, sementara pembangunan kios dan pelataran akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.

“Rencananya kemarin kita akan bangun kios di sisi-sisi ini. Tetapi karena keterbatasan anggaran, maka kita prioritaskan Pujasera ini dulu. Tahun depan pasti kita bangun, sehingga nantinya dua sisi kanan dan kiri bisa tertata,” katanya.

Sujiwo menegaskan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu alasan utama penataan Pujasera diprioritaskan. Pemerintah daerah juga akan mendorong keterlibatan pemerintah desa maupun pemuda setempat dalam pengelolaan kawasan tersebut.

“Kenapa harus fokus ke Pujasera dulu? Pertama, supaya terjadi pemberdayaan UMKM. Yang kedua, parkir-parkir ini bisa menjadi pemasukan desa maupun pemerintah kabupaten. Sekarang saja tidak kurang dari 80 sepeda motor yang parkir inap, dan itu hampir setiap malam, belum termasuk parkir umum,” jelasnya.

Ia berharap setelah penataan selesai, kawasan Pujasera tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat dan ruang kreatif bagi generasi muda.

“Kita tata menjadi area meja dan kursi, sehingga masyarakat bisa memesan makanan dari tenan-tenan yang ada dan menikmati jajanan di sini. Kemudian setiap malam minggu kita beri hiburan. Bisa menjadi panggung kreasi anak-anak muda, seni tradisional, tari-tarian, pencak silat, maupun live music,” tuturnya.

Menurut Sujiwo, keberadaan berbagai kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat dan memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi.

“Kalau pengunjung ramai, pastilah pengunjung itu akan membeli. Belinya kepada pelaku UMKM yang ada di sini, kepada kios-kios yang ada di sini. Sehingga akan terjadi pergerakan ekonomi. Itu pertimbangan kita kenapa kita fokuskan untuk merehab Pujasera,” ungkapnya.

Sujiwo menargetkan penataan Pujasera Pasar Kakap dapat dituntaskan pada akhir Desember 2026 sehingga kawasan tersebut sudah dapat beroperasi menjelang momentum Natal dan Tahun Baru.

“Target saya sebagai bupati, Pujasera ini di akhir bulan Desember harus sudah operasional. Saya minta Sekda dan perangkat daerah terkait untuk berkolaborasi. Kita akan terus melakukan penataan Pasar Kakap ini benar-benar seperti yang diharapkan masyarakat Kecamatan Sungai Kakap,” tegasnya.

Ia juga meminta Dinas terkait, camat, pemerintah desa, dan seluruh pihak yang terlibat agar lebih proaktif berkoordinasi dan segera mengeksekusi anggaran yang telah tersedia.

“Waktu berjalan terus. Kita tidak sadar, tiba-tiba sudah Oktober, kemudian November. Maka saya minta Dinas UMKM, PU, Perhubungan, Bappeda, Satpol PP, kecamatan, dan desa segera melakukan rapat. Target kita bulan Desember harus sudah tuntas,” katanya.

Selain Pujasera, Sujiwo menyebut penataan Pasar Kakap ke depan akan terintegrasi dengan berbagai fasilitas lain, termasuk taman dan rencana aktivitas susur sungai. Pemerintah juga akan memperhatikan penerangan dan kebersihan kawasan agar semakin nyaman dikunjungi masyarakat.

“Dulu tempat ini seperti rumah hantu, gelap dan gulita. Ini aset pemerintah kabupaten, dibangun menggunakan uang rakyat dan uang negara. Ketika kita sudah mengeluarkan anggaran, tidak boleh terhenti. Tujuan kita adalah agar aset-aset yang terbengkalai bisa dimanfaatkan secara maksimal,” sebutnya.

Lebih jauh, Sujiwo menilai penataan Pujasera memiliki fungsi strategis karena Kecamatan Sungai Kakap membutuhkan ruang publik yang dapat menjadi tempat berkumpul dan beraktivitas masyarakat.

“Yang tidak kalah penting, Kecamatan Sungai Kakap ini satu-satunya kecamatan yang belum mempunyai ruang publik. Maka di sinilah ruang publiknya. Nantinya spot di Pasar Kakap ini banyak, ada Pujasera, Taman Pasar Kakap, kemudian ke arah sana ada kapal susur sungai,” paparnya.

Sujiwo berharap penataan tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat.

“Setelah kita mengeluarkan anggaran, harus terjadi pemanfaatan maksimal aset-aset kita yang terbengkalai. Yang kedua, terjadi pemberdayaan; pemberdayaan pemerintah desa, pemuda, pelaku UMKM, dan pemberdayaan-pemberdayaan lainnya,” pungkasnya.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait