KALBAR SATU ID – Usai meresmikan Bundaran Gaforaya dan Tugu Benteng Mangrove pada momen malam pergantian tahun, Bupati Kubu Raya Sujiwo mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap bundaran dan tugu tersebut. Sujiwo mengatakan ruang publik bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga harus dijaga bersama.
Ia bahkan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menyiapkan fasilitas pendukung agar kawasan tersebut tetap bersih dan nyaman.
“Saya minta kepada Dinas PUPR agar menyiapkan tong sampah, kemudian pengunjung juga (harus) mempunyai rasa memiliki. Saya yakin dan percaya satu bulan lagi ini akan menjadi kebanggaan, bukan hanya Kubu Raya tetapi Kalimantan Barat,” ujar Sujiwo.
Sujiwo mengungkapkan pembangunan Bundaran Gaforaya dan Tugu Benteng Mangrove sejatinya belum rampung. Masih dibutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan untuk menyempurnakan seluruh pekerjaan. Namun, kuatnya aspirasi masyarakat membuat pemerintah daerah memutuskan untuk meresmikan lebih awal, tepatnya pada malam pergantian tahun.
“Kita ini pelayan rakyat. Maka, apa yang diinginkan oleh rakyat itulah yang harus kita ikuti. Sebenarnya ini belum selesai, bahkan masih memerlukan waktu satu sampai satu setengah bulan. Tapi masyarakat menyampaikan, ‘Pak Bupati, kami ingin malam tahun baru ada area untuk berkumpul, mohon kiranya diresmikan’,” kata Sujiwo mengungkapkan.
Ia pun berharap dalam waktu satu bulan ke depan kawasan Bundaran Gaforaya dan Tugu Benteng Mangrove dapat tuntas dan siap dimanfaatkan sebagai ruang publik seutuhnya. Satu yang menarik, peresmian bundaran dan tugu di malam tahun baru dilakukan tanpa pesta kembang api. Sujiwo menuturkan hal itu sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap para korban bencana alam di Aceh dan Sumatra.
“Walaupun sebagian sudah menyiapkan kembang api bahkan durasinya mencapai satu jam hingga satu setengah jam, disimpan dulu. Mudah-mudahan duka ini segera berlalu, sehingga nanti Imlek dan Idulfitri kita bisa menyalakan kembang api bersama-sama,” ucapnya.






