Sujiwo Apresiasi Peran TNI-Polri dan Relawan Karhutla

Sujiwo Apresiasi Peran TNI-Polri dan Relawan Karhutla
Sujiwo Apresiasi Peran TNI-Polri dan Relawan Karhutla. Foto/Istimewa.

KALBAR SATU ID – Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan apresiasi mendalam kepada TNI, Polri, dan relawan pemadam kebakaran yang dinilainya menjadi motor percepatan pembangunan sekaligus penjaga keselamatan lingkungan. Apresiasi disampaikan saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Rasau Jaya di Aula Kantor Camat Rasau Jaya, Kamis (29/1/2026),

“Terima kasih kepada Pak Dandim dan Pak Kapolres yang selama ini luar biasa membantu saya dan pemerintah daerah dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Kubu Raya,” ucap Sujiwo.

Bacaan Lainnya

Ia menilai kontribusi TNI-Polri tidak hanya terlihat dalam aspek keamanan, tetapi juga menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Mulai dari semangat gotong royong, program Karya Bakti, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), penanganan kebakaran hutan dan lahan, hingga edukasi dan penegakan hukum.

“Beliau berdua di mata saya luar biasa dalam menggerakkan personel-personelnya. Personel-personel inilah yang berkaitan langsung dengan percepatan pembangunan,” kata Sujiwo.

Pada penanganan karhutla, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan perhatian khusus kepada relawan pemadam kebakaran. Sujiwo mengungkapkan pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran hampir Rp400 juta untuk insentif relawan.

“Satu orang bisa mendapatkan Rp800 ribu. Kasihan mereka. Mereka patriot, pahlawan, pejuang,” ucapnya penuh empati.

Menurut Sujiwo, dedikasi para relawan kerap luput dari perhatian publik. Padahal, mereka berjibaku dengan api, asap, dan debu, bahkan saat sebagian besar masyarakat terlelap tidur.

“Coba bayangkan, saat kita tidur nyenyak, mereka masih di lapangan. Paru-paru mereka terpapar asap. Saya merasakan sendiri,” tuturnya.

Sujiwo lantas mengisahkan pengalamannya turun langsung ke lapangan untuk memadamkan api bersama Dandim dan Kapolres selama enam jam penuh, yang berujung dirinya harus menjalani perawatan medis.

“Sekarang bayangkan mereka yang tanpa mengenal waktu, siang, malam, pagi. Jam setengah dua malam mereka masih di lapangan. Dalam hati saya cuma bilang, ‘Ya Allah, mulia benar kalian’,” ungkapnya.

Selain insentif, Sujiwo menjelaskan pemerintah kabupaten juga menyalurkan bantuan sembako bekerja sama dengan Bank Kalbar, serta dukungan tambahan berupa buah-buahan, vitamin, dan susu. Pemerintah juga tengah mendata ukuran pakaian untuk menyalurkan kaos lengan panjang untuk membantu menjaga keselamatan relawan di lapangan.

“Itu perhatian dari pemerintah. Memang seyogianya harus seperti itu,” tegasnya.

Sujiwo pun mengetuk kesadaran masyarakat agar menahan diri untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang masih kering dan belum menunjukkan tanda-tanda hujan.

“Saya mohon kepada masyarakat, tahan dulu untuk tidak membakar lahan. Kasihani masyarakat, kasihani negara, pemerintah, dan alam ini,” pintanya.

Ia juga mengapresiasi langkah tegas aparat kepolisian yang telah memasang garis polisi di tiga lokasi kebakaran dan berharap proses hukum dapat ditingkatkan hingga menimbulkan efek jera.

“Kita berdoa semoga Allah segera menurunkan hujan, sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir,” tutupnya.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan