Sujiwo Dorong Optimalisasi Siskeudes untuk Cegah Penyimpangan Anggaran

Sujiwo Dorong Optimalisasi Siskeudes untuk Cegah Penyimpangan Anggaran
Sujiwo Dorong Optimalisasi Siskeudes untuk Cegah Penyimpangan Anggaran. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID – Bupati Kubu Raya Sujiwo menutup kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dalam Penerapan Siskeudes Transaksi Nontunai, Jumat (9/10/2026), di Aula Bank Kalbar Kubu Raya. Menyasar kepala desa dan perangkatnya, penguatan kapasitas bertujuan mengoptimalkan penerapan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Langkah penataan keuangan desa berbasis sistem ini menjadi instrumen krusial dalam mewujudkan tata kelola yang profesional, akuntabel, sekaligus melindungi jajaran pemerintah desa dari potensi kekhilafan administrasi maupun penyimpangan anggaran.

Bupati Sujiwo menegaskan pentingnya pemanfaatan sistem pengelolaan secara menyeluruh guna menutup celah penyalahgunaan anggaran di tingkat desa.

Bacaan Lainnya

“Artinya dengan menggunakan sistem ini, maka pengelolaan itu akan lebih akuntabel, lebih profesional, lebih baik, dan lebih bertanggung jawab. Ini dapat meminimalisir potensi penyimpangan dan penyalahgunaan. Justru ini dalam rangka memproteksi pemerintah desa khususnya para kepala desa,” kata Sujiwo.

Ia menjelaskan kendati mekanisme pembayaran nontunai telah diterapkan, ketiadaan sistem terintegrasi tetap berisiko membuka celah kesalahan. Oleh karena itu, dirinya mengapresiasi terobosan yang diinisiasi oleh pihak Bank Kalbar.

“Karena dengan sistem ini semuanya terukur dan dikelola secara baik. Kalau tidak dimaksimalkan dengan sistem, potensi penyalahgunaan itu masih bisa terjadi. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalbar atas terobosan ini demi memperkuat pemerintah desa,” ucap Sujiwo.

Lebih lanjut Sujiwo memotivasi para kepala desa untuk tidak berkecil hati di tengah situasi efisiensi dan pemangkasan Alokasi Dana Desa (ADD). Dirinya mengingatkan aparatur pemerintah desa akan kewajiban memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dalam kondisi apapun.

“Saya memahami ketika ada pemotongan ADD, desa-desa merasa tidak berdaya. Tapi sabar dulu, tidak boleh langsung hilang semangat. Mengenai pembangunan jalan lingkungan dan infrastruktur lainnya, biarkan saya sebagai bupati bersama Pak Wakil Bupati dan jajaran perangkat daerah yang berjuang,” kata Sujiwo.

Sujiwo juga berpesan agar perangkat desa tetap aktif hadir di tengah masyarakat dan membangun sinergi lintas sektor, termasuk menggiatkan kembali budaya gotong royong.

“Kepala desa tidak boleh menyerah. Tetap lakukan aktivitas, hadir di tengah masyarakat memberi solusi, serta menjadi jembatan ke bupati atau perangkat daerah terkait. Bersama ibu PKK desa, turun ke lapangan, tumbuhkan semangat gotong royong. Banyak hal positif yang bisa dilakukan, jangan hanya berdiam diri di kantor desa gara-gara pemangkasan ADD ini,” tutupnya.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait