Sujiwo Minta Sekolah Perkuat Wawasan Kebangsaan Siswa

Sujiwo Minta Sekolah Perkuat Wawasan Kebangsaan Siswa
Sujiwo Minta Sekolah Perkuat Wawasan Kebangsaan Siswa. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID – Perayaan kemerdekaan bukan sekadar perkara upacara dan perlombaan. Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia harus menjadi momentum untuk menanamkan pengetahuan sejarah dan wawasan kebangsaan kepada generasi muda. Pesan itu disampaikan Bupati Kubu Raya Sujiwo saat menghadiri rangkaian perayaan HUT ke-19 Kabupaten Kubu Raya dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Camat Sungai Ambawang, Selasa (18/8/2026).

Sujiwo mengaku prihatin ketika mendapati masih ada pelajar yang kesulitan menyebutkan nama-nama pahlawan nasional. Padahal, menurutnya, mengenal pahlawan merupakan bagian penting dari upaya menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa.

Bacaan Lainnya

“Selalu kalau ada anak-anak sekolah, saya sisipkan beberapa pertanyaan. Ada satu yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan, hampir rata-rata anak-anak sekolah ketika kita minta sebutkan tiga nama pahlawan, mereka masih berpikir panjang dan banyak yang tidak tahu,” kata Sujiwo.

Ia mengingatkan kembali pesan Presiden Soekarno bahwa bangsa yang besar merupakan bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Karena itu, pengenalan terhadap tokoh-tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan tidak boleh dianggap sebagai pengetahuan tambahan semata.

“Kalau kita mencintai seseorang pasti kita akan mengenal namanya. Kita mencintai kedua orang tua kita, kita pasti tahu nama orang tua kita. Apalagi ini pahlawan,” ucapnya menjelaskan.

Menurut Sujiwo, kemerdekaan Indonesia tidak lahir sebagai hadiah dari negara penjajah. Kemerdekaan diperoleh melalui perjuangan panjang yang menuntut pengorbanan darah, air mata, bahkan nyawa para pejuang.

“Karena kemerdekaan itu bukan persembahan atau hadiah dari Belanda atau dari Jepang, tetapi kemerdekaan itu diperjuangkan,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta para guru memberikan perhatian lebih terhadap penguatan pengetahuan umum para siswa. Selain mengenal pahlawan, pelajar juga diharapkan mengetahui nama-nama presiden Indonesia dari masa ke masa serta memahami daerah tempat mereka tinggal. Sujiwo mencontohkan, pelajar di Kubu Raya semestinya mengetahui tentang ibu kota kabupaten, jumlah penduduk, jumlah kecamatan, hingga jumlah desa yang ada.

“Kubu Raya itu ibu kotanya di mana, jumlah penduduknya berapa, berapa kecamatan, berapa desa. Anak-anak sekolah harus sudah mengenal itu. Itu salah satu pengetahuan umum,” ujarnya.

Ia menyadari pengetahuan tersebut mungkin tidak seluruhnya tercantum sebagai mata pelajaran tersendiri. Namun, menurut Sujiwo, sekolah tetap dapat menyisipkannya melalui berbagai kegiatan, termasuk apel sekolah maupun pembelajaran sehari-hari.

“Apakah muatan lokal, apakah mungkin di tengah-tengah apel disampaikan sesering mungkin edukasi-edukasi, informasi yang positif, konstruktif, itu disampaikan kepada anak didik kita,” harapnya.

Sujiwo meminta sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga membekali siswa dengan wawasan sejarah, kebangsaan, dan pengetahuan mengenai lingkungan sekitarnya.

“Dengan begitu, semangat kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan, tetapi tumbuh menjadi kesadaran di kalangan generasi penerus,” terangnya.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait