Panduan Lengkap Malam Nisfu Syaban: Amalan, Doa, Dan Dzikir Dari Magrib sampai Subuh

Panduan Lengkap Malam Nisfu Syaban: Amalan, Doa, Dan Dzikir Dari Magrib sampai Subuh
Panduan Lengkap Malam Nisfu Syaban: Amalan, Doa, Dan Dzikir Dari Magrib sampai Subuh. Foto/Gemini AI.

KALBAR SATU ID – Malam Nisfu Syaban selalu menghadirkan suasana yang berbeda bagi umat Islam. Di pertengahan bulan Syaban, masjid-masjid mulai dipenuhi jamaah, lantunan istighfar terdengar lebih khusyuk, dan doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap. Malam ini diyakini sebagai salah satu waktu istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, serta memanjatkan harapan terbaik bagi kehidupan di dunia dan akhirat.

Tak heran, susunan doa malam Nisfu Syaban pun menjadi perhatian banyak umat. Mulai dari rangkaian shalat sunnah, dzikir, hingga munajat panjang berisi permohonan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan rezeki, semuanya dipersiapkan untuk mengisi malam penuh makna tersebut.

Bacaan Lainnya

Berikut penulis rangkum amalan-amalan sebelum waktu magrib hingga menjelang subuh malam nisfu sya’ban

1. Persiapan Sebelum Waktu Maghrib
Persiapan menjadi tahap awal dalam menyambut malam Nisfu Syaban. Umat Islam dianjurkan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin dengan berwudhu serta menata niat untuk bertobat dari kesalahan dan dosa yang telah diperbuat.

Selain itu, tempat ibadah juga sebaiknya dipersiapkan agar bersih dan nyaman sehingga mendukung kekhusyukan dalam beribadah. Sebelum memasuki waktu magrib, sebagian umat Islam juga membiasakan diri untuk membaca doa sebagai bentuk permohonan keberkahan.

2. Melaksanakan Salat Magrib Berjamaah
Salat Magrib menjadi awal rangkaian ibadah pada malam Nisfu Syaban. Pelaksanaannya diawali dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT. Setelah salat, dianjurkan untuk membaca dzikir seperti tasbih, tahmid, dan takbir.

Waktu setelah salat Magrib juga dimanfaatkan untuk memanjatkan doa-doa pribadi sesuai dengan harapan dan kebutuhan masing-masing.

3. Membaca Surah Yasin 3 Kali
Membaca surah Yasin sebanyak tiga kali menjadi amalan yang kerap dilakukan banyak muslim pada malam Nisfu Syaban. Bacaan pertama biasanya diniatkan untuk memohon keberkahan umur dan kesehatan.

Bacaan kedua ditujukan sebagai permohonan agar diberikan rezeki yang halal dan berkah. Kemudian, bacaan ketiga diniatkan untuk memohon husnul khatimah atau akhir kehidupan yang baik.

4. Melaksanakan Salat Malam
Salat malam menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban. Salat sunnah hajat dapat dilakukan untuk memohon berbagai keperluan dunia dan akhirat.

Selain itu, salat sunnah tahajud yang dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir juga menjadi waktu yang dikenal mustajab untuk berdoa. Setelah salat, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dengan penuh kekhusyukan.

5. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Dzikir dan istighfar merupakan bagian penting dalam rangkaian amalan malam Nisfu Syaban. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak bacaan tasbih, tahmid, dan takbir sebagai bentuk pujian kepada Allah SWT.

Bacaan Istighfar dibaca untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Malam Nisfu Syaban dapat dihidupkan dengan ibadah secara konsisten hingga menjelang waktu subuh.

Baca juga: Malam Tahun Baru di Kubu Raya: Bundaran Gaforaya Diresmikan, Doa dan Amal Untuk Aceh-Sumatra

Berikut bacaan dzikir yang dinukil dari buku Kalender Harian Ibadah Sunnah karya Mujahidin Nur, Ngaji Kuping karya Casudi, dan Keagungan Rajab & Sya’ban tulisan Abdul Manan bin Haji Muhammad Sobar.

1. Istighfar Nisfu Syaban
Istighfar Nisfu Syaban versi pertama merupakan bacaan istighfar yang singkat dan mudah dihafalkan. Bacaan ini dianjurkan untuk diamalkan oleh kaum muslimin sebanyak 70 kali sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَسْأَلُهُ التَّوْبَةَ

Latin: Astaghfirullaaha wa as-aluhut taubah

Artinya: “Hamba memohon ampun kepada Allah dan hamba meminta kepada-Nya agar diterima tobatku.”

2. Dzikir Nisfu Syaban
Dzikir Nisfu Syaban berikut ini bisa diamalkan sebanyak 70 kali.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

Latin: La ilaha illallahu wala na’budu illa iyyahu mukhlishina lahuddina walau karihal musyrikun

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya meskipun orang-orang musyrik membencinya.”

Doa Malam Nisfu Syaban
Di kalangan kaum muslimin, dikenal adanya doa khusus yang dibaca setelah membaca surah Yasin pada malam Nisfu Syaban. Doa ini dibaca sebagai bentuk munajat dan permohonan kepada Allah SWT, sebagaimana yang berkembang dalam tradisi keagamaan di sejumlah masyarakat muslim. Lafal doa tersebut sebagai berikut:

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَ لا يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلالِ وَ الإِكْرَامِ يَا ذَا الطَّوْلِ وَ الإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللأَجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِينَ وَ أَمَانَ الخَائِفِينَ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبَتَني عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَفَاوَتِي وَ حِرْمَانِي وَ طَرْدِي وَ اقْتَارَ رِزْقِي وَ أَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَ قَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزِلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَ يُثْبِتُ وَ عِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ إِلهِي بِالتَّجَلِّي الأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَ يُبْرُمُ اصْرِفْ عَنِّي مِنَ البَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَ مَا لَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِبِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ . آمِيْن

Latin: Allāhumma yā dzal-manni wa lā yumannu ‘alaika, yā dzal-jalāli wal-ikrām, yā dzath-thawli wal-in’ām. Lā ilāha illā anta, ẓahral-lājīna wa jāral-mustajīrīna wa amānal-khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtani ‘indaka fī ummil-kitābi shaqiyyan aw maḥrūman aw maṭrūdan aw muqtarran ‘alayya fir-rizqi, famhullāhumma bifaḍlika fī ummil-kitābi shaqāwatī wa ḥirmānī wa ṭardī wa iqtāra rizqī. Wa athbitnī ‘indaka fī ummil-kitābi sa’īdan marzūqan muwaffaqan lil-khayrāt. Fa’innaka qulta wa qawluka al-ḥaqq fī kitābikal-munzali ‘alā nabiyyikal-mursal: yamḥullāhu mā yashā’u wa yuthbitu wa ‘indahū ummul-kitāb. Ilāhī bit-tajallīl-a’ẓami fī laylatin-niṣfi min shahri Sha’bānal-mukarram, allatī yufraqu fīhā kullu amrin ḥakīm wa yubram, iṣrif ‘annī minal-balā’i mā a’lamu wa mā lā a’lam, wa anta ‘allāmul-ghuyūb. Biraḥmatika yā arḥamar-rāḥimīn. Wa ṣallallāhu ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam. Āmīn.

Artinya: “Ya Allah Tuhanku pemilik nikmat, tiada ada yang bisa memberi nikmat atas-Mu. Ya Allah pemilik kebesaran dan kemuliaan. Ya Allah Tuhanku pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tidak ada yang patut disembah hanya Engkau. Engkaulah tempat bersandar. Engkaulah tempat berlindung dan pada Engkau pula tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan. Ya Allah Tuhanku, jika sekiranya Engkau telah menulis dalam buku besar-Mu bahwa aku adalah orang yang celaka, atau terhalang dari nikmat-Mu, atau orang yang dijauhkan, atau orang yang disempitkan dalam mendapat rezeki, maka aku memohon dengan karunia-Mu, semoga kiranya Engkau pindahkan aku ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia, mendapat keluasan rezeki serta diberi petunjuk kepada kebajikan. Sesungguhnya Engkau telah berkata dalam kitab-Mu yang telah diturunkan kepada Nabi yang telah Engkau utus, dan perkataan-Mu adalah benar, yang berbunyi: Allah mengubah dan menetapkan apa-apa yang dikehendaki-Nya dan pada-Nya sumber kitab. Ya Allah, dengan tajalli yang Mahabesar pada malam Nisfu Syaban yang mulia ini, Engkau tetapkan dan Engkau ubah sesuatunya, maka aku memohon semoga kiranya aku dijauhkan dari bala bencana, baik yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui, Engkaulah yang Mahamengetahui segala sesuatu yang tersembunyi. Dan aku selalu mengharap limpahan rahmat-Mu ya Allah Tuhan yang Maha Pengasih.”

Demikianlah tentang Panduan Lengkap Malam Nisfu Syaban: Amalan, Doa, Dan Dzikir Dari Magrib sampai Subuh.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait