KALBAR SATU ID – Bulan Ramadhan akan segera tiba. Umat Islam di berbagai penjuru dunia bersiap menyambut bulan penuh berkah dengan memperbanyak amalan wajib maupun sunah, salah satunya berpuasa. Dalam menjalankan ibadah puasa, niat menjadi syarat sah sekaligus rukun yang tidak boleh ditinggalkan. Tanpa niat, puasa tidak dianggap sah.
Di tengah masyarakat, dikenal praktik membaca niat puasa Ramadhan untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan. Praktik ini merujuk pada pendapat mazhab Malikiyyah dan kerap dipraktikkan di berbagai masjid dan mushala sebagai bentuk kehati-hatian dalam beribadah.
Perbedaan Pendapat Ulama
Para ulama dari empat mazhab sepakat bahwa puasa Ramadhan wajib diawali dengan niat. Namun, terdapat perbedaan pendapat terkait teknis pelaksanaannya:
Mazhab Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali berpendapat niat puasa wajib diulang setiap malam untuk puasa keesokan harinya.
Mazhab Maliki membolehkan niat puasa Ramadhan dilakukan sekaligus untuk satu bulan penuh pada malam pertama Ramadhan, tanpa kewajiban mengulanginya setiap hari.
Meski mayoritas masyarakat Indonesia mengikuti mazhab Syafi’i, para kiai dan masyayikh kerap membimbing jamaah untuk mengikuti pendapat Imam Malik sebagai langkah kehati-hatian. Oleh karena itu, pada malam pertama Ramadhan sering dilakukan pembacaan niat puasa sebulan penuh secara berjamaah.
Baca juga: Jadwal Puasa Segera Diputuskan, Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar Selasa
Praktik membaca niat puasa untuk sebulan penuh bukan berarti meniadakan niat harian. Niat tetap dianjurkan setiap malam sebagai bentuk kehati-hatian, terutama jika suatu saat lupa berniat.
Lafal Doa Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penu sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرٍ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah”
Adapun bacaan niat puasa Ramadhan, sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.
Demikianlah tentang Perlukah Niat Puasa Ramadhan Setiap Hari? Ini Penjelasan Mazhab dan Doanya.






