KALBAR SATU ID – Sebanyak 200 guru Al-Qur’an dari berbagai daerah di Kalimantan Barat mengikuti kegiatan Silaturahmi dan Pelatihan Guru Al-Qur’an se-Kalimantan Barat yang diselenggarakan Yayasan Al-Izzah di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan bertema “Menyatukan Gerakan, Menguatkan Kompetensi, dan Melahirkan Generasi Qur’ani” tersebut menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kompetensi pengajar, serta memperkuat sinergi dalam memajukan pendidikan Al-Qur’an di Kalimantan Barat.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ustadz Dr. Harjani Hefni, Lc., M.A. dan Ustadz Muammar Khadafi, Lc., M.H. Selain pelatihan, agenda tersebut juga dirangkaikan dengan pembentukan Komunitas Guru Qur’an Kalimantan Barat.
Ketua Yayasan Al-Izzah, Ustadz Muammar Khadafi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kebersamaan antarguru Al-Qur’an sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.
Menurutnya, guru Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan Kemenag Kalbar untuk memberikan dukungan kepada para guru Al-Qur’an agar dapat menjalankan tugas pendidikan dan dakwah secara maksimal.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat peran guru Al-Qur’an dalam membentuk karakter, akhlak, dan moralitas masyarakat.
“Harapan besar dari kegiatan ini adalah memperkuat ukhuwah dan kebersamaan antarguru Al-Qur’an, meningkatkan kompetensi dan kualitas, serta membangun gerakan bersama untuk memajukan pendidikan Al-Qur’an di Kalimantan Barat,” demikian inti pesan yang disampaikan Muammar.
Sementara itu, perwakilan Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, H. Husnul Fadhil, S.HI., M.E., yang menjabat Ketua Tim Kerja Seni Budaya Islam dan MTQ Bidang PenaisZawa Kemenag Kalbar, menyoroti pentingnya peningkatan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan indeks religiositas yang dilakukan Kementerian Agama, salah satu aspek yang diukur adalah tingkat literasi baca tulis Al-Qur’an masyarakat Indonesia. Adapun skor Kalimantan Barat tercatat sebesar 66,13 persen.
Menurutnya, guru Al-Qur’an memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan pembinaan iman dan takwa (imtak) generasi muda. Keberadaan mereka dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam membangun generasi yang memiliki pemahaman agama dan karakter yang kuat.
Karena itu, peningkatan kapasitas guru Al-Qur’an perlu terus dilakukan agar proses pembelajaran semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Gubernur Kalimantan Barat, H. Medya Yanuar Abdullah, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar, menyampaikan apresiasi kepada para guru Al-Qur’an yang tetap istiqamah mengajar di tengah keterbatasan sarana pembelajaran.
Ia mengatakan pemerintah daerah berupaya mengupayakan perlindungan bagi pekerja keagamaan, termasuk guru Al-Qur’an, melalui program asuransi.
Medya berharap pembentukan Komunitas Guru Qur’an Kalimantan Barat tidak berhenti pada pembentukan organisasi semata, tetapi mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Kakanwil Kemenag Kalbar: Belajar Al-Qur’an Tak Mengenal Batas Usia
Menurutnya, komunitas tersebut perlu menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kualitas pengajaran, memperluas jangkauan pendidikan Al-Qur’an, serta mendorong peningkatan literasi Al-Qur’an di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Dalam sesi materi, Ustadz Dr. Harjani Hefni menyampaikan pembahasan mengenai keutamaan guru Al-Qur’an berdasarkan kitab At-Tibyan fi Adab Hamalat Al-Qur’an. Materi tersebut menekankan pentingnya adab dan kemuliaan peran para pengajar Al-Qur’an dalam menjalankan amanah pendidikan.
Adapun Ustadz Muammar Khadafi membawakan materi pengantar makharijul huruf dan shifat, yakni pembahasan mengenai tempat keluarnya huruf hijaiyah serta karakteristik bunyi huruf dalam membaca Al-Qur’an.
Materi tersebut diharapkan dapat menambah pemahaman dan keterampilan para peserta dalam membimbing masyarakat membaca Al-Qur’an sesuai kaidah yang benar.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemilihan Ketua Komunitas Guru Qur’an Kalimantan Barat. Dalam proses pemilihan tersebut, Ustadz Muammar Khadafi, Lc., M.H., terpilih secara aklamasi sebagai ketua.
Pembentukan komunitas ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi, memperkuat jejaring, dan mendorong kolaborasi berkelanjutan antarguru Al-Qur’an di Kalimantan Barat.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Al-Izzah berharap para guru Al-Qur’an dapat terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, sekaligus memperkuat peran dalam membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Sinergi antara guru, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama juga diharapkan dapat menjadi fondasi bagi peningkatan mutu pendidikan Al-Qur’an yang lebih merata dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.







