HAB ke-80 Kemenag Kalbar: Lomba Mancing Udang Ajarkan Kesabaran dan Integritas

HAB ke-80 Kemenag Kalbar: Lomba Mancing Udang Ajarkan Kesabaran dan Integritas
HAB ke-80 Kemenag Kalbar: Lomba Mancing Udang Ajarkan Kesabaran dan Integritas. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID – Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, Panitia Pekan Silaturahmi Kemenag se-Kalbar menggelar lomba memancing udang.

Kakanwil Kemenag Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I menuturkan, lomba mancing udang tidak sekadar menjadi ajang rekreasi dan kebersamaan, tetapi juga sarat dengan nilai filosofis yang relevan dengan semangat pengabdian aparatur Kementerian Agama, khususnya di Kalimantan Barat.

Bacaan Lainnya

“Mancing udang mengajarkan kita tentang kesabaran, ketekunan, dan kejelian membaca peluang. Tidak semua gerakan air berarti hasil, tidak semua tarikan harus disambut tergesa-gesa. Dibutuhkan fokus, ketenangan, dan kepekaan agar mendapatkan hasil terbaik,” ungkap Kakanwil Muhajirin Yanis saat memberikan arahan sebelum memulai lomba mancing udang di Sungai Berembang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (13/1/2026) pagi yang diikuti 32 peserta se-Kalbar.

Nilai-nilai kesabaran, ketekunan dan kejelian itu, sambung Muhajirin, sejalan dengan kinerja aparatur Kementerian Agama yang dituntut bekerja secara cermat, tidak terburu-buru, namun tetap tepat sasaran dan berorientasi pada kualitas layanan.

Kakanwil menjelaskan, udang yang hidup di dasar perairan juga mengandung makna bahwa hasil terbaik sering lahir dari kerja yang sunyi, rendah hati, dan konsisten, bukan dari hiruk-pikuk pencitraan. Sebagaimana aparatur Kemenag yang bekerja melayani umat dan bangsa, keberhasilan sejati lahir dari dedikasi yang tulus, meskipun sering tidak terlihat di permukaan.

“Selain itu, lomba ini mengajarkan sportivitas dan kebersamaan. Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama, dengan alat dan aturan yang seragam. Hal ini mencerminkan nilai keadilan, integritas, dan etika kerja yang menjadi ruh reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama,” tegas Muhajirin.

Momentum HAB ke-80, kata Muhajirin, menjadi pengingat bahwa perjalanan pengabdian Kementerian Agama adalah proses panjang yang membutuhkan ketahanan, adaptasi, dan kerja kolektif. Melalui kegiatan sederhana seperti lomba mancing udang, kita meneguhkan kembali komitmen untuk meningkatkan kinerja, memperkuat sinergi, dan menumbuhkan semangat kerja yang lebih ikhlas, profesional, dan berdampak.

“Semoga nilai-nilai yang dipetik dari kegiatan ini menjadi energi positif dalam menjalankan tugas dan fungsi Kementerian Agama, demi terwujudnya pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas dan bermakna bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan