KALBAR SATU ID – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-72 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, kader IPNU Kota Pontianak menggelar refleksi bertema “Meneguhkan Khidmat Pelajar Menuju Peradaban Mulia.” Momentum ini menjadi ruang kontemplasi bersama untuk menegaskan kembali arah perjuangan pelajar Nahdliyin dalam merawat tradisi, memperkuat intelektualitas, serta membangun karakter generasi yang berakhlak dan berdaya saing.
Sejak berdiri pada 24 Februari 1954 sebagai badan otonom dari Nahdlatul Ulama, IPNU telah menjadi kawah candradimuka kaderisasi pelajar yang berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
Tujuh puluh dua tahun perjalanan organisasi bukan sekadar rentang waktu, melainkan jejak panjang pengabdian yang diukir melalui dedikasi, ketekunan belajar, serta komitmen kebangsaan yang kokoh.
Di tengah dinamika zaman yang bergerak cepat—ditandai dengan disrupsi teknologi, tantangan moral, serta kompleksitas sosial—IPNU Kota Pontianak memaknai khidmat pelajar sebagai fondasi utama dalam membangun peradaban.
Khidmat tidak hanya berarti hadir dalam struktur organisasi, tetapi juga hadir dalam kesungguhan menuntut ilmu, keteladanan dalam bersikap, dan konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai kebaikan.
Peradaban mulia yang dicita-citakan bukanlah utopia, melainkan ikhtiar panjang yang disemai dari ruang-ruang belajar, forum diskusi, serta pengabdian nyata di tengah masyarakat. Pelajar IPNU dipanggil untuk menjadi generasi yang berpikir jernih, berhati teduh, dan bertindak arif—mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan akhlak, serta kemajuan teknologi dengan tanggung jawab moral.
Dalam refleksi tersebut, kader IPNU Kota Pontianak, Fadjar Arifianto., menyampaikan pandangannya:
“Harlah ke-72 IPNU bukan hanya peringatan historis, tetapi momentum spiritual dan intelektual bagi kita sebagai pelajar Nahdliyin. Meneguhkan khidmat pelajar berarti menata ulang niat dalam belajar, meluruskan tujuan dalam berorganisasi, serta memastikan setiap langkah kita bernilai ibadah dan kebermanfaatan.” kata Fadjar
“Di tengah tantangan era digital, pelajar IPNU harus mampu menjadi penjernih informasi, penjaga etika, dan pelopor moderasi. Peradaban mulia tidak dibangun dalam semalam, tetapi melalui proses panjang pendidikan, pembiasaan akhlak, dan konsistensi pengabdian. Dari Pontianak, kami ingin menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa.” sambungnya.
Lebih lanjut, IPNU Kota Pontianak berkomitmen untuk terus memperkuat budaya literasi, memperluas ruang kaderisasi yang inklusif dan progresif, serta mendorong kolaborasi lintas pelajar dalam semangat persatuan dan kebangsaan.
Di usia ke-72 tahun ini, semangat Belajar, Berjuang, dan Bertakwa kembali diteguhkan sebagai fondasi gerakan. Bahwa selama khidmat tetap menjadi ruh perjuangan, selama itu pula harapan akan lahirnya peradaban yang mulia akan terus tumbuh dan bersemi.






