KALBAR SATU ID – Himpunan Santri dan Alumni Kiai Yahya Syabrawi (HISANIYAH) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Haul Masyayikh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Malang di Musholla Babussalam 28 Oktober, Jalan Anggrek, Kota Pontianak, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Memuliakan Ilmu Kiai, Membumikan Akhlak Santri.”
Acara dihadiri para alumni dan santri dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat, serta diisi dengan kegiatan Ngaji Kitab Kuning dan doa bersama untuk para masyayikh.
Ketua PW HISANIYAH Kalbar, Rube’ie Aziz, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para guru yang hadir dari luar daerah.
“Atas nama pengurus dan panitia, saya mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada guru kami yang telah berkenan hadir jauh-jauh ke Kalimantan Barat, yaitu Romo KH. Nasihuddin Khozin Al-Khuzayni beserta Ibu Nyai dan Gus Hilal,” ujarnya.
Ia mengatakan, kehadiran pengasuh pondok tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali tradisi keilmuan pesantren.
Menurut Rube’ie, kegiatan haul dikemas dengan Ngaji Kitab Kuning sebagai upaya mengenang serta menghidupkan kembali tradisi keilmuan yang diperoleh para alumni selama menempuh pendidikan di pondok pesantren.
“Mungkin ketika sudah di rumah, kita jarang sempat membuka kitab lagi. Melalui kegiatan ini, tradisi keilmuan itu kita hidupkan kembali,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya dan merupakan agenda kedua yang digelar HISANIYAH Kalbar. Ke depan, kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin apabila mendapat antusiasme yang baik dari para alumni.
“Jika kegiatan kali ini dinilai sukses dan berjalan baik, maka akan kita lanjutkan. Namun jika peminatnya sedikit atau tidak ada yang mengaji, tentu akan menjadi bahan evaluasi bagi kami dan Romo Kiai,” ujarnya.
Rube’ie juga mengajak para alumni, termasuk alumni putri, untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan keilmuan dan silaturahmi tersebut.
Selanjutnya, Kabupaten Mempawah direncanakan menjadi tuan rumah kegiatan berikutnya yang dijadwalkan berlangsung enam bulan mendatang.






