KALBAR SATU ID – Komitmen memakmurkan masjid kampus sebagai pusat pembinaan generasi muda terus diperkuat. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I, didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Islam (URAIS) H. Mi’rad, S.Ag, M.A.P, menerima audiensi Ketua Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) Wilayah Kalimantan Barat di Ruang VIP Kanwil Kemenag Kalbar, Senin (19/1/2026).
Audiensi tersebut menjadi ajang silaturahim sekaligus perkenalan jajaran pengurus AMKI Kalbar periode 2024–2028. Ketua AMKI Kalbar, Dr. H. Baidhillah Riyadhi, S.Ag, M.Ag, didampingi pengurus Rahmat Hamzah, menyampaikan kesiapan pihaknya mengemban amanah organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dalam rangka memakmurkan masjid kampus di Kalimantan Barat.
Baidhillah mengungkapkan bahwa tidak semua perguruan tinggi di Kalbar telah memiliki masjid kampus. Kondisi ini, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas pihak agar masjid kampus benar-benar hadir sebagai ruang pembinaan spiritual, intelektual, dan sosial bagi mahasiswa.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Kalbar menyambut baik kehadiran AMKI dan menyatakan kesiapan Kanwil Kemenag Kalbar untuk berkolaborasi secara aktif. Ia menegaskan bahwa masjid kampus memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang religius, moderat, dan berwawasan kebangsaan.
“Banyak program yang dapat dikembangkan melalui masjid kampus, seperti Festival Masjid Kampus, pelatihan imam dan khatib dari kalangan mahasiswa, hingga penguatan manajemen masjid bekerja sama dengan Kanwil Kemenag, Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), dan DMI Kalimantan Barat,” ujarnya.
Muhajirin juga menekankan pentingnya pengelolaan manajemen masjid yang profesional dan adaptif agar layanan kepada jemaah semakin optimal. Pengurus masjid, lanjutnya, harus memahami kondisi dan kebutuhan jemaah serta mampu membimbing mereka dengan pendekatan yang bijak dan solutif.
Kanwil Kemenag Kalbar, tegas Muhajirin, siap memberikan pembinaan dan pendampingan sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun masjid kampus yang makmur, inklusif, dan berdaya. Sinergi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan, memperkuat moderasi beragama, serta menghadirkan masjid kampus sebagai pusat peradaban dan inspirasi bagi generasi masa depan.






