Pemprov Kalbar Dukung Pembangunan Agroforestry di KHDTK UNTAN

Pemprov Kalbar Dukung Pembangunan Agroforestry di KHDTK UNTAN
Pemprov Kalbar Dukung Pembangunan Agroforestry di KHDTK UNTAN. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) memberikan dukungan bagi pembangunan agroforestry di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UNTAN. Dukungan ini diberikan melalui pembangunan agroforestry di dalam areal KHDTK UNTAN yang berada di Dusun Sabar Menanti Sungai Serok Desa Peniti Besar Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah.

Pendanaan kegiatan melalui program yang berjudul “Penguatan dan Perluasan Dukungan Untuk Pelaksanaan Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Provinsi Kalimantan Barat” dengan sumber pendanaan berasal dari Results-Based Payment (RBP) REDD+ GCF Output 2 untuk Periode 2014-2016. Pendanaan disalurkan melalui Lembaga Perantara (Lemtara) Bentang Kalimantan Tangguh.

Bacaan Lainnya

Kepala Unit Pengelola Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Mempawah, Usuluddin mewakili Kepala Dinas LHK Kalbar menjelaskan bahwa Dinas LHK Kalbar berharap melalui pembangunan agroforestry di KHDTK UNTAN ini bisa mendukung kelestarian KHDTK sekaligus membantu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitarnya.

“Dalam kegiatan pembangunan agroforestry di KHDTK UNTAN ini, kita harapkan ada keterlibatan langsung dari masyarakat di sekitar kawasan. Masyarakat dapat membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) yang selanjutnya dapat melakukan pengelolaan lahan dan pengembangan komoditas berbasis tanaman unggulan” ungkap Ushuluddin, Sabtu (24/1/26).

Fakultas Kehutanan UNTAN sebagai pengelola KHDTK menegaskan konsep pengelolaan agroforestry yang mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi secara seimbang.

Erianto, mewakili Dekan Fakultas Kehutanan UNTAN menjelaskan bahwa melalui konsep agroforestry akan memungkinkan masyarakat tetap mendapatkan manfaat finansial dari komoditas bernilai tinggi dari dalam kawasan hutan tanpa merusak ekosistem.

“Fakultas Kehutanan UNTAN memiliki konsep untuk mengoptimalkan fungsi KHDTK UNTAN sebagai pusat pelestarian alam sekaligus pusat pengabdian pada masyarakat. Fahutan UNTAN berkomitmen untuk melakukan rehabilitasi hutan berbasis pemberdayaan masyarakat,” kata Erianto.

Proses pembangunan Agroforestri di KHDTK UNTAN ini dilaksanakan sesuai periode Program Results-Based Payment (RBP) REDD+ GCF Output 2 Kalbar. Prosesnya dimulai sejak bulan Januari 2026 dan akan berlangsung hingga tahun 2027. Tahap awal kegiatan didahului dengan sosialisasi pada tanggal 19 Januari 2026 bersama masyarakat Dusun Sabar Menanti Sungai Serok Desa Peniti Besar yang menjadi lokasi kegiatan.

Pemerintah Desa dan masyarakat yang akan terlibat dalam kegiatan pembangunan agroforestry di KHDTK UNTAN ini telah menyampaikan dukungan dan komitmen untuk berpartisipasi pada kegiatan pembangunan agroforestry.

Pada pelaksanaan sosialisasi kegiatan, Kasdik Kepala Desa Peniti Besar yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan memberikan dukungan penuh terhadap program pembangunan agroforestri Ini demi meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kita akan membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) “Sabar Menanti” yang selanjutnya akan melakukan pengelolaan lahan dan pengembangan tanaman dengam didampingi KPH dan Fakultas Kehutanan,” ungkapnya.

Erianto dari Fakultas Kehutanan UNTAN menjelaskan bahwa komoditi yang akan dikembangkan adalah Kopi Liberika dan Serai Wangi, dengan target penanaman seluas 5 hektar. Kegiatan akan diselaraskan dengan pembangunan teknologi tepat guna untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Intervensi kegiatan akan dilakukan Fakultas Kehutanan UNTAN bersama UPT KPH Mempawah sehingga memberikan manfaat ekonomi melalui hasil panen dan produk olahan.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelas Erianto.

Kegiatan pembangunan agroforestry dilaksanakan Dusun Sabar Menanti Sungai Serok Desa Peniti Besar Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah. Dusun ini dipilih menjadi lokasi program karena berada di sekitar KHDTK yang telah ditetapkan melalui SK MenLHK No. 656 Tahun 2016 seluas 19.622 hektar.

Dalam surat keputusan tersebut Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura ditetapkan menjadi pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan KHDTK UNTAN.

Kegiatan pembangunan agroforestry ini menjadi salah kegiatan yang didukung dengan pendanaan dari Program RBP REDD+ GCF Output 2 karena secara langsung bertujuan untuk memperkuat dan memperluas pelaksanaan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat tapak.

Usuluddin, Kepala UPT KPH Mempawah menjelaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam pencapaian target 60% penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

“Kami berharap KHDTK UNTAN bukan sekadar kawasan hutan, tetapi sebagai ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa dan laboratorium aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat tapak,” ungkap Usuluddin.

Restu Darmawan selaku Owner 101 Coffee sangat mendukung kegiatan ini. Ia berbagi pengalaman praktis mengenai hilirisasi produk yang memiliki potensi besar sebagai sumber pendapatan masyarakat. Restu memberikan pandangan optimis mengenai potensi kopi lokal di pasar regional.

“Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai serapan pasar, karena kami akan membantu mendampingi proses pasca-panen hingga strategi pemasaran agar Kopi Liberika dari Peniti Besar memiliki daya saing dan nilai jual yang maksimal,” tegas Restu saat memotivasi para calon petani kopi.

Seluruh kegiatan pembangunan agroforestry di KHDTK UNTAN dilaksanakan secara sukarela dan transparan. Oleh karena itu, pemahaman bersama antara masyarakat dan pengelola kawasan menjadi fondasi utama sebelum proses penanaman dimulai. Sebagai langkah penguatan kelembagaan, Masyarakat yang terlibat merumuskan pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH).

Pada akhirnya, KTH akan menjadi wadah resmi bagi warga untuk melakukan pembangunan agroforesetry di level tapak secara berkelanjutan. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu menciptakan model pengelolaan hutan yang sehat secara lingkungan sekaligus menguntungkan secara ekonomi bagi warga Dusun Sabar Menanti.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan