Jejak Studi dan Karir Syarif Rektor IAIN Pontianak, Sempat Masuk Dunia Forex

Syarif Rektor IAIN Pontianak
Dr. H. Syarif, S.Ag., MA, Rektor IAIN Pontianak.

PROFIL, KALBAR SATU ID – Dr. H. Syarif, S.Ag., MA yang biasa disapa Syarif itu di dalam dunia usaha, akhirnya petualangan ekonominya jatuh di usaha Forex atau bisa dibilang bangkrut hingga semua asetnya terjual.

“Pada tahun 2008 saya bahkan tidak mampu untuk berzakat fitrah sewaktu Idulfitri tiba saat itu,” tulis Syarif.

Bacaan Lainnya

Bahkan dalam kondisi itu ayahnya yang bernama Satimen datang ke Jakarta untuk menasihatinya.

Baca juga: Jejak Penyebaran Islam di Kalbar Perlu Dijadikan Manakib, Syarif: Bisa Berkolaborasi dengan IAIN Pontianak

“Nak, ikhlaskan semua yang terjadi. Cepatlah selesaikan sekolahmu, kan memang niatmu ke Jakarta untuk sekolah bukan untuk menjadi pengusaha. Harta adalah karunia dan titipan Allah, itu pun sewaktu-waktu Allah bisa menarik titipannya itu,” ingat nasihat ayahnya Syarif.

“Dengan nasihat itu saya kembali datangi kampus setelah beberapa tahun saya sangat jarang ke kampus. Saat itu Profesor Azra sebagai Direktur Pasca Sarjana. Saat itu, saya mulai masuk perpustakaan kembali. Saya dapat undangan penyelesaian kuliah pada tanggal 30 Mei 2009,” ujar Syarif.

Baca juga: Mengenal Syarif Sosok Akademisi Kalimantan Barat

Saat itu, lanjut Syarif, Direktur Pasca Sarjana mengeluarkan kebijakan yang ketat bagi yang telah lama tidak menyelesaikan kuliahnya.

“Saat saya memasuki ruangan pertemuan, di depan terpampang sepanduk tentang waktu drop out. Untuk angkatan saya, angkatan 2003 harus sudah selesai pada tanggal 31 Agustus 2009. Kami pasa shok”.

Baca juga: Rektor IAIN Pontianak, Syarif: Ada Lima Pilar Program Unggulan dan Capaian Kampus

“Bagaimana tidak, untuk menyusun disertasi hanya punya waktu tiga bulan. Maka beberapa teman saya mengajukan pindah kuliah ke kampus lain,” tuturnya.

Ia pun mengambil sikap untuk menyelesaikan studi nya untuk meraih gelar S2 nya itu. Tepat pada tanggal 15 Juni 2009, sambung Syarif menceritkan, ia ujian proposal disertasinya di sidang Word in Progres (WIP) yang bersamaan dengan teman sekampusnya Ibu Lailial Muhtifah yang telah selesai menulis 5 (lima) bab.

Baca juga: Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Sebut Syarif Mencalonkan Diri sebagai Ketua PWNU Kalbar

“Pada saat itu proposal disertasi saya tidak lulus. Terdesaknya waktu penyelesaian disertasinya membuat Syarif berjuang ekstra. Pada tanggal 27 Juni 2009 itu proposal disertasinya diterima. Akhirnya Oktober 2009 saya diwisuda sebagai Doktor ke 747 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di ujung tahun 2009 saya kembali bertugas aktif kembali di STAIN Pontianak, kampus almamaternya yang beralih status dari Fakultas Tarbiyah Filial IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 1997,” ungkapnya.

Syarif yang awal mulanya aktif di STAIN Pontianak pada tahun 2011 dilantik sebagai Asisten Direktur Program Pasca Sarjana.

Baca juga: Alm Ya’ Syarif Umar Seorang Pejuang 45 yang Terlupakan, Catatan Syafaruddin Dg Usman

Kemudian, Syarif dilantik menjabat Wakil Rektor Bidang Admistrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan IAIN Pontianak tahun 2014 sesudah STAIN beralih status menjadi IAIN Pontianak pada Agustus 2013.

Pada Desember 2017, Syarif diserahi tanggungjawab oleh Menteri Agama (Menag) sebagai Pelaksana Tugas Rektor IAIN Pontianak yang dilantik pada tanggal 6 Juni 2018 hingga sekarang.

Ikuti Berita dan Artikel terbaru KALBAR SATU ID di GOOGLE NEWS

Pos terkait