Musim penghujan kembali datang, dan seperti sebuah pola yang terus berulang, kabar banjir kini menjadi headline di berbagai daerah Indonesia. Dari kota besar hingga desa terpencil, aliran air yang tak mampu ditampung lagi berubah menjadi genangan luas, menelan jalan, rumah, bahkan harapan banyak keluarga. Banjir bukan sekadar bencana tahunan, ia adalah alarm keras tentang kesiapan kita dalam menghadapi perubahan iklim.
Fenomena ini semakin mengemuka dalam beberapa pekan terakhir. Intensitas hujan meningkat tajam, sementara sistem drainase di banyak wilayah belum mampu menahan debit air. Alhasil, media sosial dipenuhi gambar rumah terendam, warga mengungsi, hingga kendaraan yang tak lagi tampak rodanya.
Namun di balik situasi yang memprihatinkan ini, ada pelajaran penting dan langkah nyata yang sebenarnya bisa dilakukan masyarakat dan pemerintah agar dampaknya tidak semakin luas. Karena mencegah banjir sepenuhnya mungkin sulit, tetapi mengurangi risiko adalah hal yang mungkin dan harus dilakukan bersama.
Kenapa Banjir Semakin Sering Terjadi?
Banyak faktor yang berperan, dan semuanya saling berkaitan.
-
Penumpukan sampah di sungai dan selokan
Drainase yang tersumbat membuat air tak punya jalan lain selain meluap. -
Alih fungsi lahan
Hutan berganti menjadi beton, tanah kehilangan kemampuan menyerap air. -
Curah hujan ekstrem
Fenomena iklim global membuat cuaca sulit diprediksi. -
Kesadaran mitigasi masih rendah
Siapa pun sering bertindak saat bencana datang, bukan sebelum terjadi.
Tips Penting Saat Banjir Mengancam
Karena keselamatan adalah prioritas utama.
1. Sediakan tas siaga
Isi dengan dokumen penting, obat, pakaian, baterai, dan makanan instan.
2. Simpan barang elektronik di tempat tinggi
Semakin cepat bertindak, semakin kecil kerugian.
3. Matikan listrik ketika air mulai masuk rumah
Keselamatan lebih penting dari harta.
4. Gunakan aplikasi pemantau cuaca
BMKG atau satelit cuaca bisa membantu mengambil keputusan cepat.
5. Jangan memaksa menerobos banjir
Meski terlihat dangkal, arus bisa lebih kuat dari dugaan.
Langkah Pencegahan Jangka Panjang
Tidak heroik, tapi sangat berdampak:
- Menanam pohon dan memperbanyak ruang terbuka hijau
- Buang sampah pada tempatnya, terutama tidak ke selokan
- Membuat saluran air rumah yang baik
- Ikut gotong royong bersih-bersih lingkungan
- Edukasi keluarga dan tetangga tentang mitigasi banjir
Banjir bukan hanya ujian alam, tetapi juga ujian kesadaran kita sebagai manusia. Jika hari ini kita memulai langkah kecil bersama, membersihkan selokan, mengurangi sampah, menghijaukan halaman, maka esok bisa jauh berbeda.






