KALBAR SATU ID, BISNIS – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Selasa, 3 Maret 2026, masih berada dalam tekanan moderat. Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp16.800 per dolar AS, melanjutkan tren stabil yang terlihat sejak awal pekan.
Meski tidak mengalami pelemahan tajam, mata uang Garuda juga belum menunjukkan penguatan signifikan terhadap dolar.
Data referensi kurs dari Bank Indonesia menunjukkan nilai tukar tengah sebelumnya berada di sekitar Rp16.758 per dolar AS, sementara kurs jual telah menembus Rp16.800. Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berhati-hati dalam merespons dinamika global.
Sentimen eksternal menjadi faktor dominan yang memengaruhi arah rupiah. Kekuatan dolar AS masih terjaga seiring ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat. Permintaan terhadap dolar sebagai aset lindung nilai turut menahan ruang penguatan rupiah di pasar spot.
Dalam beberapa hari terakhir, fluktuasi rupiah relatif terbatas dan bergerak dalam rentang sempit. Analis menilai kondisi ini menunjukkan stabilitas jangka pendek, meski risiko volatilitas tetap ada jika terjadi perubahan sentimen global secara tiba-tiba.
Dari sisi domestik, fundamental ekonomi Indonesia dinilai cukup solid untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Inflasi yang terkendali dan aktivitas perdagangan yang masih berjalan baik menjadi penopang utama agar rupiah tidak mengalami tekanan berlebihan.
Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif namun terkendali dalam perdagangan hari ini. Pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi berbasis dolar AS disarankan tetap memantau perkembangan kurs secara berkala guna mengantisipasi perubahan pasar.






