Membaca Demokrasi Lewat Buku Di Bawah Bendera Demokrasi Karya Abdul Haris

Membaca Demokrasi Lewat Buku Di Bawah Bendera Demokrasi Karya Abdul Haris
Abdul Haris Penulis Buku Di Bawah Bendera Demokrasi. Foto/AI.

KALBAR SATU ID – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak, Abdul Haris, meluncurkan buku berjudul Di Bawah Bendera Demokrasi yang diterbitkan oleh Penerbit Hasta Kata, anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Buku ini menjadi refleksi mendalam atas perjalanan demokrasi Indonesia, khususnya dalam praktik pemilu dan pilkada selama satu dekade terakhir.

Buku berukuran A5 dengan tebal 123 halaman ini dicetak pada tahun 2026 dan tersedia dalam format soft cover. Karya tersebut dibanderol dengan harga Rp70 ribu dan telah dipasarkan secara daring melalui platform Shopee di akun resmi penerbit, shopee.co.id/hastakata.

Bacaan Lainnya

Di Bawah Bendera Demokrasi dilengkapi kata pengantar dari Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S., yang menyumbangkan tujuh halaman pengantar. Kontribusi tersebut dinilai memberikan nilai akademik dan reflektif yang kuat, terlebih ditulis di penghujung masa jabatan Prof. Arief Hidayat sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Dalam buku ini, Abdul Haris memotret demokrasi tidak semata sebagai sistem politik, melainkan sebagai cita-cita bersama untuk mewujudkan kesetaraan, keadilan, dan kesejahteraan.

Baca juga: Abdul Haris Sebut Pilkada 2024 Pesta Demokrasi Terbesar Indonesia Sejak Republik Didirikan

Berangkat dari pengamatan, pengalaman, serta pergulatan pemikiran penulis, buku ini mengungkap dinamika, pasang surut, tantangan, harapan, hingga kekecewaan yang mewarnai proses demokrasi di Indonesia.

“Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” tulis Abdul Haris dalam salah satu bagian reflektifnya. Melalui buku ini, ia mengajak pembaca untuk melihat demokrasi secara lebih jujur dan kritis, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan kualitas demokrasi.

Selain dikenal sebagai penyelenggara pemilu, Abdul Haris juga merupakan mantan Ketua Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Pontianak. Ia juga berlatar belakang santri, sebagai alumni Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran Gondanglegi, Malang.

Baca juga: Abdul Haris KPU Kota Pontianak Sebut Pilkada 2024 Sejarah Baru

Abdul Haris menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penerbitan buku ini, termasuk penerbit dan Prof. Arief Hidayat.

Ia berharap buku Di Bawah Bendera Demokrasi dapat memperkaya wacana publik dan menjadi bacaan reflektif bagi siapa pun yang peduli terhadap masa depan demokrasi Indonesia.

Bagi masyarakat yang berminat, buku ini telah tersedia di toko daring “toko oren” atau dapat diakses melalui tautan yang tercantum pada bio media sosial penulis.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan