KALBAR SATU – Berikut ini penjelasan penting peristiwa Isra Mi’raj perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Baitul Maqdis, Palestina hingga Langit ke tujuh atau Sidratul Muntaha.
Diketahui bahwa Isra Mi’raj adalah salah satu peristiwa penting bagi kehidupan Nabi Muhammad dan juga umat Islam.
Baca Juga: Contoh Kata-kata Tema Peringatan Isra Miraj 2022
Baca Juga: PKPT IPNU-IPPNU IAIN Pontianak Peringati Isra Mi’raj
Disebut penting, karena pada Isra Mi’raj Nabi Muhammad melakukan perjalanan di malam hari dari Mekkah ke Baitul Maqdis, Palestina hingga langit ke tujuh atau Sidratul Muntaha.
Peristiwa penting tersebut terjadi pada tahun ke-delapan kenabian Rasulullah. Seperti diketahui Isra Miraj bahwa Rasulullah SAW adalah pemimpin para Nabi dan Rasul. Hal itu diperjelas pada saat berada di Masjid Al Aqsha.
Baca Juga: Berikut Amalan Dalam Peringatan Peristiwa Isra Miraj 27 Rajab
Baca Juga: Berikut DOA Bulan Rajab yang Diamalkan Rasulullah SAW
Ketika tiba di sana, Nabi Muhammad SAW sholat dua rakaat dan juga mengimami ruh para Nabi. Hal itu terjadi sebelum Rasulullah SAW naik Mi’raj ke langit.
Dikutip kalbarsatu.id dari berbagai sumber berikut ini penjelasan penting peristiwa dari Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
yang menjadi sesuatu yang wajib terlebih peristiwa diperintahkannya shalat di malam hari.
Berdasarkan ayat dalam Al-Qur’an surat Al-Muzammil ayat 2 juga menyebutkan tentang dirikan shalat di malam hari. Dirikanlah shalat di malam hari, kecuali sedikit. Al-Muzammil ayat 2.
قال ابن المنير: إنما كان الإسراء ليلا لأنه وقت الخلوة والإختصاص عرفا
Artinya: Ibnu Munir berpendapat bahwa peristiwa Isra terjadi di malam hari, karena malam merupakan waktu yang tepat untuk menyepi serta biasanya sebagai waktu yang tepat untuk mengkhususkan amalan.
قَالَ سَوْفَ اَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّيْ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Artinya: Dia (Yakub) berkata, Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Baca Juga:
Pasalnya di malam hari memang waktu yang dinilai oleh Allah SWT tepat untuk memberangkatkan Nabi Muhammad SAW ke langit dengan orang-orang yang dicintai Nabi Muhammad SAW yang dimana para Nabi sedang berkumpul satu sama lain.
Malaikat Jibril datang ke gua hira dan berkata: Bacalah, Beliau menjawab: Aku tidak bisa baca. Nabi Muhammad SAW menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: Bacalah, Beliau menjawab: Aku tidak bisa baca.
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah). (HR. Bukhari no. 6982, Muslim no. 160).
Itulah terkait penjelasan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Baitul Maqdis, Palestina dan langit ke tujuh.
Tinggalkan Balasan