KALBAR SATU ID, TERKINI – Fenomena Wolf Moon yang akan muncul pada 3 Januari 2026 diperkirakan menjadi salah satu momen astronomi paling menarik di awal tahun. Bulan purnama ini sekaligus tercatat sebagai supermoon terakhir sepanjang 2026, membuatnya dinanti oleh masyarakat, pengamat langit, hingga fotografer alam.
Wolf Moon akan mencapai fase purnama saat posisi Bulan berada lebih dekat ke Bumi dibandingkan biasanya. Kondisi tersebut menyebabkan Bulan tampak lebih besar dan lebih terang, terutama ketika baru terbit di ufuk timur atau menjelang terbenam di barat. Inilah waktu yang dianggap paling ideal untuk menikmati keindahan supermoon secara visual.
Di Indonesia, Wolf Moon dapat diamati sejak malam hari hingga dini hari, selama kondisi cuaca cerah dan minim polusi cahaya. Pengamatan dapat dilakukan dengan mata telanjang tanpa alat khusus. Namun, penggunaan kamera ponsel dengan mode malam, lensa tele, atau teleskop sederhana akan membantu menangkap detail permukaan Bulan secara lebih jelas.
Baca Juga : Fenomena Wolf Moon 3 Januari 2026, Supermoon Terakhir Tahun Ini Hiasi Langit Malam
Secara historis, istilah Wolf Moon berasal dari tradisi kuno di belahan bumi utara yang mengaitkan bulan purnama Januari dengan suara lolongan serigala di musim dingin. Meski latar budaya tersebut tidak terjadi di wilayah tropis, fenomena ini tetap menjadi peristiwa astronomi global yang dapat dinikmati di berbagai belahan dunia.
Para astronom menyebut, kemunculan Wolf Moon awal 2026 memiliki nilai istimewa karena menjadi penutup rangkaian supermoon tahun ini. Setelah peristiwa tersebut, fase bulan purnama berikutnya diperkirakan tidak lagi menampilkan ukuran dan intensitas cahaya sebesar Wolf Moon.
Masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena ini disarankan untuk mencari lokasi terbuka, seperti area pantai, perbukitan, atau lapangan luas, guna mendapatkan sudut pandang terbaik. Selain menjadi hiburan visual, Wolf Moon juga menjadi momen refleksi alam yang menandai awal perjalanan tahun 2026.






