KALBAR SATU ID, TIPS – Menahan lapar dan dahaga selama berpuasa merupakan bagian dari ibadah yang dijalani umat Muslim.
Namun, rasa haus berlebihan sering kali menjadi tantangan, terutama saat cuaca panas atau aktivitas padat. Karena itu, penting memahami tips agar tidak haus saat puasa dengan mengatur asupan minum ketika sahur dan berbuka puasa secara tepat.
Tubuh manusia membutuhkan cairan yang cukup agar fungsi organ berjalan optimal. Ketika berpuasa, tidak ada asupan cairan selama kurang lebih 12–14 jam. Jika kebutuhan cairan tidak dipenuhi dengan baik saat sahur dan berbuka, tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan yang ditandai dengan lemas, pusing, bibir kering, dan sulit berkonsentrasi.
Salah satu cara efektif untuk menjaga hidrasi adalah menerapkan pola minum teratur di luar waktu puasa. Banyak ahli menyarankan pola 2-4-2, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Pola ini membantu tubuh menyerap cairan secara bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar yang justru membuat perut terasa penuh.
Saat berbuka, awali dengan satu hingga dua gelas air putih untuk mengganti cairan yang hilang sepanjang hari. Hindari langsung mengonsumsi minuman manis berlebihan karena kadar gula tinggi justru dapat memicu rasa haus kembali. Setelah makan malam, lanjutkan minum air secara bertahap hingga menjelang tidur.
Ketika sahur, pastikan tubuh mendapat cukup cairan sebelum waktu imsak. Minumlah satu hingga dua gelas air putih sebelum dan sesudah makan. Namun, hindari minum terlalu banyak sekaligus karena dapat menyebabkan perut tidak nyaman. Kuncinya adalah keseimbangan dan konsistensi.
Selain jumlah cairan, jenis minuman juga berpengaruh terhadap rasa haus. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik karena mudah diserap tubuh tanpa tambahan zat lain. Batasi konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan teh karena bersifat diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine dan mempercepat kehilangan cairan. Minuman bersoda juga sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan perut kembung.
Tips agar tidak haus saat puasa juga mencakup pemilihan makanan yang tepat. Konsumsi buah dan sayuran yang mengandung banyak air seperti semangka, melon, jeruk, timun, dan selada saat sahur maupun berbuka. Kandungan air alami dalam makanan ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh lebih lama.
Kurangi makanan yang terlalu asin, pedas, atau berminyak karena dapat memicu rasa haus berlebihan. Garam berlebih membuat tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk menyeimbangkan kadar natrium. Oleh karena itu, pilih menu sahur yang lebih ringan dan tidak terlalu berbumbu tajam.
Selain itu, atur aktivitas fisik agar tidak terlalu menguras energi dan cairan, terutama di siang hari. Jika memungkinkan, hindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama. Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat untuk membantu tubuh tetap sejuk.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi selama Ramadhan bukan hal yang sulit jika dilakukan dengan strategi yang tepat. Dengan mengatur asupan minum secara terencana saat sahur dan berbuka, serta memilih makanan yang mendukung hidrasi, rasa haus berlebihan dapat diminimalkan. Puasa pun dapat dijalani dengan lebih nyaman, segar, dan tetap produktif sepanjang hari.






