Rabu, 22 Apr 2026
Beranda
Cari
Menu
Bagikan
Lainnya
Putri Nurul Aini
20 Feb 2026 22:56 - 3 menit membaca

Tips Mengatasi Lapar dan Haus Saat Puasa dengan Minum Air yang Cukup Saat Sahur dan Berbuka

Bagikan

KALBAR SATU ID, TIPS – Menjalani ibadah puasa berarti menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga waktu berbuka. Dari keduanya, rasa haus sering kali terasa lebih berat karena tubuh kehilangan cairan melalui aktivitas dan keringat sepanjang hari.

Oleh karena itu, salah satu tips mengatasi lapar dan haus saat puasa yang paling penting adalah memastikan asupan air tercukupi dengan baik saat sahur dan berbuka.

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari cairan yang berperan dalam menjaga suhu tubuh, melancarkan peredaran darah, serta membantu proses metabolisme. Ketika asupan air kurang, tubuh lebih cepat merasa lemas, pusing, bahkan sulit berkonsentrasi. Dehidrasi ringan saja sudah cukup membuat aktivitas harian terasa berat. Karena itu, pengaturan minum yang tepat selama bulan Ramadhan menjadi kunci agar puasa tetap lancar.

Langkah pertama adalah memenuhi kebutuhan air putih secara bertahap antara waktu berbuka hingga sahur. Banyak orang langsung minum dalam jumlah besar saat azan magrib berkumandang. Padahal, minum sekaligus terlalu banyak dapat membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman. Sebaiknya minum satu gelas air saat berbuka, kemudian lanjutkan secara bertahap setelah makan malam dan menjelang tidur. Saat sahur, tambahkan lagi beberapa gelas sebelum imsak agar tubuh memiliki cadangan cairan yang cukup.

Tips mengatasi lapar dan haus saat puasa juga berkaitan dengan jenis minuman yang dikonsumsi. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik karena mudah diserap tubuh tanpa tambahan kalori. Minuman manis memang terasa menyegarkan, tetapi konsumsi berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah dan rasa haus yang lebih cepat datang di siang hari. Begitu pula dengan minuman berkafein seperti kopi dan teh pekat yang bersifat diuretik, sehingga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat kehilangan cairan.

Selain minum air putih, Anda juga dapat membantu menjaga hidrasi dengan mengonsumsi buah yang kaya kandungan air. Semangka, melon, jeruk, atau mentimun bisa menjadi pilihan saat berbuka maupun sahur. Kandungan air alami dalam buah membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus memberikan tambahan vitamin dan mineral.

Perhatikan pula pola makan yang mendukung hidrasi. Hindari makanan terlalu asin atau pedas saat sahur karena dapat memicu rasa haus berlebihan. Pilih menu yang seimbang dengan karbohidrat kompleks, protein, serta sayuran. Kombinasi ini membantu tubuh menyimpan energi dan cairan lebih stabil sepanjang hari.

Mengatur waktu minum juga penting. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah membagi konsumsi air menjadi beberapa sesi, misalnya saat berbuka, setelah salat tarawih, sebelum tidur, saat bangun sahur, dan menjelang imsak. Dengan pola ini, kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi tanpa membuat perut terasa begah.

Menjaga kecukupan cairan bukan hanya membantu mengatasi haus, tetapi juga berperan dalam mengurangi rasa lapar. Tubuh yang terhidrasi dengan baik cenderung memiliki metabolisme lebih stabil, sehingga energi bertahan lebih lama. Dengan menerapkan tips mengatasi lapar dan haus saat puasa melalui kebiasaan minum air yang cukup dan teratur, Anda dapat menjalani ibadah dengan tubuh yang tetap segar dan produktif sepanjang hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *