KALBAR SATU ID – Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA-PMII) Provinsi Kalimantan Barat periode 2025–2030 resmi dilantik dalam rangkaian acara Resepsi Hari Lahir (Harlah) PMII ke-66. Dalam momentum bersejarah tersebut, Ketua Majelis Pertimbangan PW IKA-PMII Kalbar yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar, Prof. Dr. Ibrahim, M.A., memberikan pandangan kebangsaan yang menitikberatkan pada pentingnya sinergi, persatuan, dan konsistensi pergerakan.
Dalam sambutannya, Prof. Ibrahim mengingatkan seluruh kader dan alumni yang hadir mengenai esensi filosofis dari organisasi PMII. Ia menegaskan bahwa pergerakan bukan sekadar nama, melainkan roh yang harus terus dihidupkan.
“Sesuai filosofi PMII, IKA-PMII sebagai organisasi pergerakan maka seharusnya kita selalu bergerak. Jika kita tidak bergerak, maka sesungguhnya kita tidak lagi hidup. Karena itu, roh IKA-PMII adalah bergerak. Itulah hakikat pergerakan kita,” tegas Guru Besar IAIN Pontianak tersebut di hadapan para pengurus dan tamu undangan.
Lebih lanjut, ia menganalogikan IKA-PMII sebagai rumah besar yang mewadahi beragam elemen, keilmuan, dan potensi sumber daya manusia. Rumah besar ini, menurutnya, merupakan ruang konsolidasi untuk mewujudkan cita-cita organisasi sekaligus merespons harapan masyarakat Kalimantan Barat.
Prof. Ibrahim juga memberikan garansi bahwa jajaran Majelis Pertimbangan akan senantiasa solid mendampingi pengurus harian dalam menjalankan roda organisasi.
“Kami di Majelis Pertimbangan akan setia bersama dengan pengurus harian untuk menyumbangkan seluruh kemampuan, potensi, dan sumber daya manusia kita guna bersama-sama membangun PMII dalam keluarga besar alumni di Kalimantan Barat. Hanya dengan cara itu kita bisa memberikan sumbangsih nyata untuk masyarakat ke depan,” paparnya.
Di hadapan Wakil Gubernur Kalimantan Barat beserta jajaran Forkopimda yang hadir, Prof. Ibrahim secara lugas menyatakan komitmen organisasinya untuk senantiasa berkolaborasi dengan unsur pemerintahan. Ia menyebut bahwa pembangunan daerah multikultural seperti Kalimantan Barat membutuhkan integrasi kekuatan dari segala lini.
“IKA-PMII akan selalu bersama dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu membangun warga kita. Mari kita satukan gerak langkah dan seluruh potensi kita. Sebagaimana filosofi kita, kekuatan utama kita adalah persatuan yang harus dibangun bersama,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kompas moral dan arah gerak bagi kepengurusan PW IKA-PMII Kalimantan Barat yang baru saja dilantik untuk terus berkontribusi secara konstruktif dan solutif di bumi Khatulistiwa.

