KALBAR SATU ID, BISNIS – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diprediksi masih bergerak di zona relatif lemah pada perdagangan hari ini, Jumat, 16 Januari 2026. Laju rupiah yang selama beberapa sesi terakhir meniscayakan fluktuasi mencerminkan tekanan pasar global dan dinamika arus modal internasional.
Pada perdagangan kemarin, Kamis (15/1/2026), rupiah sempat menguat tipis pada sesi pembukaan pagi setelah bergerak di kisaran Rp16.851 per USD, naik sekitar 14 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Namun sepanjang hari kurs bergerak dalam tekanan jual yang membuat rupiah mendekati atau sedikit melemah ke rentang Rp16.895 per USD pada penutupan pasar.
Data historis menunjukkan bahwa sepanjang pekan ini nilai tukar USD/IDR cenderung berkisar di zona Rp16.840 sampai Rp16.900. Pergerakan ini mencerminkan pelemahan moderat rupiah sejak awal Januari, yang dipicu antara lain oleh sentimen global terhadap kekakuan kebijakan moneter The Fed dan risiko geopolitik yang membuat dolar AS tetap menarik sebagai aset aman.
Laju kurs saat ini memberi sinyal bahwa rupiah belum menemukan momentum untuk menguat signifikan dalam waktu dekat. Para pelaku pasar masih cermat menanti rilis data ekonomi AS berikutnya, termasuk angka inflasi dan data penjualan ritel yang dapat mempengaruhi ekspektasi suku bunga global. Perubahan dalam ekspektasi tersebut pada akhirnya akan berdampak langsung pada permintaan terhadap dolar AS dan mata uang emerging market seperti rupiah.
Perkiraan kurs hari ini:
Pembukaan awal perdagangan diperkirakan berada di sekitar Rp16.850 – Rp16.880 per USD.
Sepanjang hari, volatilitas kemungkinan tinggi; rupiah bisa bergerak dalam rentang Rp16.820 hingga Rp16.920 per USD tergantung pada sentimen pasar global dan data ekonomi yang dirilis.
Jika permintaan dolar menguat, rupiah berpotensi kembali menyentuh batas lemah di atas Rp16.900 per USD.
Prediksi ini dibuat berdasarkan rentang pergerakan kurs beberapa hari terakhir dan dinamika pasar finansial global.




