KALBAR SATU ID, BISNIS – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat, 13 Maret 2026, masih bergerak fluktuatif namun relatif stabil di pasar valuta asing.
Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS, melanjutkan tren pergerakan terbatas yang terlihat sepanjang pekan ini.
Mengacu pada data kurs referensi dari Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih bertahan di level Rp16.800-an. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa rupiah belum mengalami perubahan signifikan meskipun tekanan dari pasar global masih terasa.
Sentimen eksternal menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan mata uang domestik. Penguatan dolar AS di pasar internasional dipicu oleh ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga di Amerika Serikat yang diperkirakan masih berada pada level tinggi. Kondisi ini membuat permintaan terhadap dolar tetap kuat sehingga menahan ruang penguatan rupiah.
Meski demikian, volatilitas rupiah dalam beberapa hari terakhir masih tergolong terkendali. Pergerakan nilai tukar tercatat berada dalam rentang yang tidak terlalu lebar, menandakan stabilitas pasar valuta asing domestik masih cukup terjaga.
Dari sisi dalam negeri, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid untuk menopang nilai tukar rupiah. Stabilitas inflasi, aktivitas perdagangan yang tetap berjalan, serta kebijakan moneter yang terjaga menjadi faktor pendukung yang membantu menjaga keseimbangan pasar.
Analis memperkirakan pergerakan rupiah akan tetap dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global dan arus modal asing di pasar keuangan. Oleh karena itu, pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi berbasis dolar AS disarankan untuk terus memantau perkembangan kurs guna mengantisipasi perubahan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.




