KALBAR SATU ID, BISNIS – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Selasa, 10 Maret 2026, masih menunjukkan fluktuasi terbatas di pasar valuta asing. Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp16.800 hingga Rp16.900 per dolar AS, melanjutkan tren stabil yang terlihat sejak awal pekan.
Berdasarkan data referensi dari Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar masih berada di level Rp16.800-an. Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang cenderung berhati-hati di tengah kuatnya posisi dolar AS di pasar global.
Sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi arah pergerakan rupiah. Penguatan dolar Amerika Serikat didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga yang masih relatif tinggi di negara tersebut. Kondisi ini membuat dolar tetap diminati investor sebagai aset yang dianggap lebih aman.
Meski demikian, pergerakan rupiah dinilai masih cukup stabil karena didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang relatif solid. Stabilitas inflasi serta aktivitas perdagangan yang tetap berjalan baik membantu menjaga nilai tukar agar tidak mengalami pelemahan yang terlalu tajam.
Dalam beberapa hari terakhir, fluktuasi rupiah tercatat berada dalam rentang yang tidak terlalu lebar. Hal ini menunjukkan bahwa pasar valuta asing domestik masih berada dalam kondisi yang terkendali meskipun dipengaruhi berbagai sentimen global.
Analis memperkirakan rupiah masih akan bergerak dinamis dalam beberapa waktu ke depan, mengikuti perkembangan ekonomi global dan arus modal di pasar keuangan.
Oleh karena itu, pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki transaksi berbasis dolar AS disarankan untuk terus memantau pergerakan kurs guna mengantisipasi perubahan nilai tukar yang dapat terjadi sewaktu-waktu.




