Bahasan Ajak Duta Lanceng Peraben Jadi Perekat Persatuan, Siapkan Pekan Budaya Madura 2027

Bahasan Ajak Duta Lanceng Peraben Jadi Perekat Persatuan, Siapkan Pekan Budaya Madura 2027
Foto/live streaming YouTube Kalbar Satu.

KALBAR SATU, PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengajak generasi muda Madura menjadikan ajang Grand Final Pemilihan Duta Lanceng Praben Kota Pontianak 2026 sebagai wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat multikultural. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Grand Final Pemilihan Duta Lanceng Praben Kota Pontianak 2026 di Pontianak Convention Centre (PCC), Sabtu (11/7/2026).

Mengawali sambutannya, Bahasan menyampaikan permohonan maaf karena Wali Kota Pontianak tidak dapat hadir akibat kondisi kesehatan yang kurang fit. Meski demikian, Wali Kota tetap menitipkan salam hormat dan salam sejahtera kepada seluruh tamu undangan.

Bacaan Lainnya

Bahasan mengatakan Kota Pontianak sejak awal berdirinya telah menjadi pintu gerbang pertemuan berbagai suku bangsa. Keberagaman etnis yang hidup berdampingan menjadikan Pontianak sebagai kota multikultural yang mampu menjaga harmoni antarbudaya dan antarumat beragama.

Baca juga: ILP Ajak Warga Ramaikan Grand Final Duta Lanceng Praben Kota Pontianak 2026 di PCC

“Keberagaman ini telah menjadikan Pontianak sebagai pusat akulturasi budaya dan agama yang berlangsung harmonis dari dahulu hingga sekarang,” ujarnya.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan Pemilihan Duta Lanceng Praben yang dinilai tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menjaga, merawat, dan mempromosikan adat istiadat Madura agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Menurutnya, para finalis yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi duta budaya dan pariwisata yang berperan mempromosikan potensi wisata serta ekonomi kreatif berbasis budaya Kota Pontianak.

Selain mewakili Pemerintah Kota Pontianak, Bahasan juga hadir sebagai pembina Ikatan Lanceng Praben (ILP) Kota Pontianak. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya setiap tahun sebagai upaya memperkuat eksistensi budaya Madura di Kota Pontianak.

Baca juga: Bahasan Tolak Mandat Sekretaris DPC PKB Pontianak, Ini Alasannya

Dalam kesempatan tersebut, Bahasan juga menyinggung hubungan historis antara Pontianak dan Kerajaan Sumenep, Madura. Ia menyebut hubungan persahabatan tersebut telah terjalin sejak masa awal berdirinya Kota Pontianak, salah satunya melalui hadiah batu nisan berbahan batu giok dari Raja Sumenep untuk makam Syarif Husain di Mempawah.

Ia menilai sejarah tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Madura telah lama menjadi bagian dari perjalanan Kota Pontianak dan turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Bahasan mengingatkan agar seluruh masyarakat tidak lagi mengedepankan ego suku maupun ego agama. Menurutnya, kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan kerja sama antarsuku.

“Tidak boleh ada lagi yang merasa sukunya paling baik atau agamanya paling baik. Yang harus ditunjukkan adalah perilaku yang baik kepada semua suku dan semua agama,” tegasnya.

Ia juga menolak stigma negatif yang selama ini kerap dilekatkan kepada masyarakat Madura. Menurutnya, setiap budaya pada dasarnya mengajarkan nilai-nilai kebaikan, toleransi, dan saling menghormati.

“Kalau ada perilaku yang tidak baik, itu adalah ulah oknum, bukan budaya suatu suku,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen dalam pelestarian budaya, Bahasan mengungkapkan Pemerintah Kota Pontianak bersama ILP berencana menggelar Pekan Budaya Madura Kota Pontianak pada tahun 2027. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan seni, adat, dan tradisi Madura kepada seluruh masyarakat lintas etnis di Kota Pontianak.

Ia pun berpesan kepada para Duta Lanceng Praben yang terpilih agar tidak hanya tampil sebagai simbol budaya di atas panggung, tetapi juga menjadi agen persatuan, mempererat silaturahmi antarsuku, serta berkontribusi dalam memajukan Kota Pontianak melalui pelestarian budaya dan penguatan toleransi.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait