KALBAR SATU ID – Bupati Kubu Raya Sujiwo kembali meninjau proses persiapan pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) milik Eli, warga Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Selasa (6/10/2026) malam. Kunjungan ini merupakan kali kedua dilakukan Bupati Sujiwo untuk memastikan percepatan penanganan hunian layak bagi masyarakat penerima bantuan. Sujiwo menyampaikan pihaknya menargetkan proses pembangunan hunian baru tersebut dapat diselesaikan sepenuhnya dalam waktu dua pekan.
“Ya, Alhamdulillah. Ini kali kedua saya mengunjungi Bu Eli dan memastikan untuk pembongkaran dan sekaligus pembangunan. Hari ini tadi sudah mulai dikemas-kemasin, ya. Besok sudah dibongkar. Target dua minggu sudah jadi ya,” kata Sujiwo.
Dalam kesempatan itu, Sujiwo berpesan kepada penerima bantuan agar merawat dan menjaga kerapian hunian baru nantinya supaya terasa nyaman untuk ditinggali.
“Pesan saya sama Bu Eli, nanti lebih rajin lagi ditata, misalnya tempat tidur, ya ada lemari-lemari sederhana gitu. Terus dirapikan. Ruang tamunya walaupun kecil, rapi. Insyaallah rumah kalaupun sederhana, enggak terlalu besar, tapi rapi dan bersih, maka akan nyaman,” tambahnya.
Lebih jauh Sujiwo menegaskan optimismenya bersama wakil bupati untuk menuntaskan program Zero RTLH di Kabupaten Kubu Raya dalam satu periode kepemimpinan. Pada tahun ini, Kubu Raya mencatatkan angka penanganan RTLH terbesar se-Kalimantan.
“Insyaallah saya optimis bersama Pak Wakil Bupati, satu periode kepemimpinan, kami akan tuntaskan zero RTLH. Alhamdulillah kita tahun ini terbesar se-Kalimantan. Bukan se-Kalimantan Barat, tapi se-Kalimantan. Jumlahnya 2.444 unit, ditambah bonus 300, berarti 2.744 unit. Belum yang komunitas gotong royong, belum yang dari APBD Kabupaten Kubu Raya, dan ada juga dari provinsi,” jelas Sujiwo.
Ia menjelaskan bahwa pendataan di lapangan melibatkan jajaran kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk menyisir sisa rumah tidak layak huni yang ada. Dengan target rata-rata 2-3 ribu unit per tahun, pihaknya meyakini penanganan RTLH dapat tuntas sepenuhnya dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
“Pemkab Kubu Raya memanfaatkan skema pendanaan gotong royong di luar APBD, seperti kolaborasi dengan BAZNAS dan relawan jaringan sosial. Saya meminta jajaran camat dan kepala desa untuk proaktif mencatat serta menyampaikan data warga yang membutuhkan bantuan agar masuk dalam daftar prioritas pembangunan,” pungkasnya.







