Harlah ke-3, Rumpaka Salurkan Bantuan Buku dan Dorong Penguatan Perpustakaan di Kubu Raya

Harlah ke-3, Rumpaka Salurkan Bantuan Buku dan Dorong Penguatan Perpustakaan di Kubu Raya
Harlah ke-3, Rumpaka Salurkan Bantuan Buku dan Dorong Penguatan Perpustakaan di Kubu Raya. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID — Memasuki usia ke-3, Rumpaka memilih merayakan hari lahir bukan dengan kemeriahan semata, tetapi dengan menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat.

Dalam momentum Hari Lahir Rumpaka ke-3, Rumpaka hadir di Pondok Pesantren Sirojul Munir, Madusari, Kabupaten Kubu Raya, untuk menyerahkan bantuan buku sekaligus mendorong pembangunan dan penguatan perpustakaan sebagai ruang belajar bagi para santri.

Bacaan Lainnya

Bagi kami, perpustakaan bukan sekadar ruangan yang dipenuhi rak dan buku. Perpustakaan adalah tempat lahirnya gagasan, tumbuhnya rasa ingin tahu, dan terbukanya jalan menuju masa depan.

Pendiri Rumpaka, Fadil Maulana, mengatakan bahwa peringatan tiga tahun Rumpaka harus menjadi momentum untuk memperluas kebermanfaatan gerakan literasi.

“Tiga tahun Rumpaka bukan hanya tentang usia, tetapi tentang sejauh mana kami mampu memberikan manfaat. Saya ingin Rumpaka tumbuh bukan hanya sebagai komunitas yang berbicara tentang literasi, tetapi menjadi gerakan yang benar-benar hadir dan bekerja di tengah masyarakat.” kata Fadil dalam keterangannya, Minggu, 30 Agustus 2026.

“Kami ingin membangun perpustakaan yang bukan hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan para santri. Saya percaya, keterbatasan akses terhadap buku tidak boleh menjadi batas bagi seseorang untuk memiliki cita-cita.” tambahnya.

Fadil menegaskan, masih banyak anak-anak di daerah yang memiliki semangat belajar, tetapi belum mendapatkan akses bacaan yang memadai.

“Buku mungkin terlihat sederhana, tetapi dari sebuah buku seseorang bisa mengenal dunia. Dari sebuah perpustakaan, seseorang bisa menemukan cita-citanya. Dan dari generasi yang gemar membaca, kita sedang menyiapkan masa depan Indonesia.” jelas Fadil.

Menurutnya, gerakan literasi harus dibangun secara nyata dan berkelanjutan, bukan hanya melalui kampanye atau kegiatan seremonial.

“Kami tidak ingin Rumpaka berhenti pada kegiatan membagikan buku. Kami ingin membangun ekosistemnya. Ada buku, ada perpustakaan, ada ruang belajar, dan yang paling penting ada budaya membaca yang terus tumbuh.” imbuhnya.

Tiga tahun perjalanan Rumpaka menjadi momentum untuk memperluas kebermanfaatan. Tidak berhenti pada kampanye membaca, tetapi bergerak untuk membangun ekosistem literasi, menghadirkan perpustakaan, menyediakan buku, dan membuka ruang belajar bagi generasi di pelosok.

Karena bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang membangun gedung-gedung tinggi, tetapi bangsa yang membangun manusia melalui pengetahuan.

Dari Madusari, Kubu Raya, Rumpaka memulai langkah kecil. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan besar untuk Indonesia.

“Kami memulai dari daerah, karena kami percaya perubahan tidak harus selalu datang dari pusat. Dari daerah pun kita bisa menyalakan cahaya pengetahuan untuk Indonesia.” pungkas Fadil Maulana, Pendiri Rumpaka.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait