Ketua Borneo Bela Negara Sebut Pencegahan Ekstremisme di Kabupaten Kubu Raya Sangat Minim

Rony Ramadhan Putra
Rony Ramadhan Putra

KALBAR SATU ID, DAERAH – Rony Ramadhan Putra, Ketua Yayasan Borneo Bela Negara, menyampaikan pandangannya terkait peristiwa penyerangan menggunakan bom molotov yang melibatkan seorang pelajar di SMPN 3 Kabupaten Kubu Raya. Ia menyebut peristiwa tersebut perlu mendapat perhatian serius.

Berdasarkan pengalamannya, kelompok atau individu yang terpapar paham ekstrem umumnya tidak bergerak secara tunggal, melainkan memiliki keterkaitan melalui jaringan lintas negara. Forum digital “True Crime Community” menjadi ruang interaksi bagi anak-anak usia dini.

Bacaan Lainnya

“Secara jaringan, mereka saling berkaitan dan tergabung dalam perkumpulan perencana teror,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Sejalan dengan pernyataan Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana, latar belakang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan bom molotov di lingkungan sekolah diakibatkan karena terpapar konten kekerasan.

“Dari situ mereka mendapatkan pengakuan, sekaligus paparan konten yang mengarah pada tindakan ekstrem,” jelas Rony.

Lebih lanjut, Rony menyampaikan pentingnya penguatan komunikasi dan kolaborasi antara seluruh pihak terkait, seperti pemerintah daerah, aparat keamanan, sekolah, organisasi masyarakat sipil, hingga penyintas—untuk membangun ekosistem pencegahan berkelanjutan.

Dalam perspektif politik, keamanan, dan pertahanan negara, eks simpatisan Jabhah Nushrah beranggapan bahwa kegiatan pencegahan selama ini terlalu terpusat di wilayah perkotaan dan belum merata.

Padahal, Kubu Raya memiliki karakter geografis strategis: berbatasan darat dengan Kota Pontianak dan Kabupaten Sanggau, berbatas laut dengan Kayong Utara, serta menjadi simpul mobilitas udara melalui Bandara Supadio.

“Tindakan preventif terhadap inoleransi, radikalisme, dan terorisme perlu terus diperluas, sebab selama ini memang selama ini terbilang minim, khususnya di Kabupaten Kubu Raya”, tegasnya.

Ia juga mengimbau peran aktif orang tua dan lingkungan sekitar untuk memperhatikan aktivitas anak-anak, khususnya dalam perselancaran dunia maya.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan