KALBAR SATU ID – Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Kalimantan Barat menggelar Rapat Koordinasi Nasional dan Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) 2 bagi pengurus PW dan PD Salimah se-Kalimantan Barat di Pontianak, 9-10 Mei 2026. Kegiatan yang digelar di Aula Wakil Wali Kota Pontianak ini, mengusung tema “Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak.”

Ketua Salimah Kalbar, Fitriana mengatakan, kegiatan Rakornas dan Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) 2 tahun ini dirangkai dengan Training for Trainer (TFT) kepalestinaan yang disampaikan oleh Adara Relief International. Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan membentuk para pengurus menjadi agen penyebar informasi dan edukasi terkait isu Palestina kepada masyarakat.

“TFT ini cara bagaimana setiap kita menjadi agent untuk menyebarkan kepada masyarakat tentang kepalestinaan,” katanya dalam sambutan.

Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi pengurus daerah dalam kegiatan tersebut. Dari 14 pimpinan daerah (PD) Salimah di Kalbar, sebanyak 11 PD hadir mengikuti Rakornas Salimah 2026.

Fitriana berharap seluruh pengurus PW dan PD dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik karena dinilai membawa manfaat besar bagi organisasi maupun masyarakat luas.

“Semoga mendatangkan kemaslahatan dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Salimah Wilayah (DPSW), Eny Setyowati mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang memadukan tiga agenda dalam dua hari penyelenggaraan tersebut. Menurutnya, rapat koordinasi memang mudah diucapkan, namun tidak mudah dilaksanakan.

Ia menilai, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh niat, komunikasi yang baik, kemampuan menurunkan ego, serta sikap proaktif dari seluruh pengurus.

“Kita manfaatkan sebaik mungkin kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Ketua I PP Salimah, Sinta Santi yang sekaligus membuka acara ini menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir. Kehadiran para pengurus di daerah dinilai menjadi penguat bagi organisasi dan membuktikan bahwa Salimah merupakan mitra dalam membangun umat dan bangsa, khususnya di Kalimantan Barat.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam Rakornas kali ini menjadi ajakan sekaligus pengingat bahwa organisasi tidak hanya berbicara soal jumlah anggota, tetapi juga kekuatan struktur dan dampak nyata bagi masyarakat.

Sebagai organisasi kemasyarakatan muslimah, kata dia, Salimah memegang peran strategis, bukan hanya sebagai penggerak organisasi, melainkan juga penggerak peradaban dalam keluarga.

“Di tangan perempuan terbentuk generasi, karakter dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Melalui Rakornas tersebut, pihaknya ingin memastikan seluruh struktur organisasi dapat hidup dan bergerak hingga ke akar rumput.

Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk menyatukan langkah dan bergerak bersama dalam satu barisan perjuangan demi menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.