Sujiwo Desak Pertamina Atasi Antrean BBM

Sujiwo Desak Pertamina Atasi Antrean BBM
Sujiwo Desak Pertamina Atasi Antrean BBM. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID – Bupati Kubu Raya Sujiwo meminta PT Pertamina memberikan perhatian serius terhadap antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Kubu Raya. Ia menegaskan langkah mitigasi dan upaya pencegahan harus segera dilakukan agar persoalan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tidak semakin membebani masyarakat. Hal tersebut disampaikan Sujiwo, Senin (12/10/2026), merespons kondisi antrean BBM yang mulai mengular di sejumlah SPBU di Kubu Raya.

Sujiwo mengatakan Pertamina harus memastikan ketersediaan stok BBM berbagai jenis di setiap SPBU. Menurutnya, pengelolaan stok dan langkah antisipasi menjadi hal penting untuk mencegah terjadinya kelangkaan maupun antrean panjang yang berlarut-larut.

Bacaan Lainnya

“Jauh-jauh hari saya sudah mengingatkan agar stok BBM berbagai jenis di masing-masing SPBU dijaga. Pertamina yang mengetahui secara persis kondisi stok tersebut, sehingga tidak ada alasan untuk tidak melakukan mitigasi,” tegasnya.

Ia menilai persoalan antrean BBM harus segera ditangani, terlebih masyarakat saat ini tengah menghadapi berbagai tekanan ekonomi dan persoalan kebutuhan dasar. Mulai dari tingginya harga bahan pokok penting, persoalan gas, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, hingga gangguan pasokan listrik yang turut memengaruhi aktivitas masyarakat.

“Situasi ekonomi rakyat sedang sulit. Persoalan kabut asap belum sepenuhnya tuntas, masyarakat juga menghadapi persoalan harga bahan pokok, gas, dan pemadaman listrik. Jangan sampai persoalan BBM ini justru menambah beban masyarakat,” ujarnya.

Sujiwo juga menyoroti alasan kendala distribusi yang sebelumnya dikaitkan dengan kondisi perairan sehingga kapal pengangkut BBM mengalami kesulitan untuk bersandar. Menurutnya, ketika kondisi perairan sudah kembali normal, Pertamina perlu memastikan distribusi dan ketersediaan BBM berjalan dengan baik.

“Kalau kemarin persoalannya kapal tidak bisa bersandar karena faktor air. Sekarang kondisi air sudah normal, maka mitigasi harus dilakukan, termasuk langkah-langkah preventif agar antrean panjang ini tidak terus terjadi,” katanya.

Selain meminta perhatian Pertamina, Sujiwo akan meminta pihak kepolisian turut melakukan pengawasan terhadap distribusi dan pembelian BBM di lapangan. Ia menyebut adanya laporan mengenai dugaan penggunaan tangki modifikasi atau yang dikenal masyarakat sebagai tangki siluman, baik pada kendaraan roda dua maupun roda empat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa informasi tersebut masih perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan pengawasan langsung oleh pihak berwenang.

“Saya juga meminta bantuan pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan. Ada laporan yang saya terima terkait dugaan tangki-tangki siluman, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika memang ditemukan pelanggaran, tentu harus ditertibkan sesuai ketentuan yang berlaku,” sebutnya.

Sujiwo berharap Pertamina, kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait dapat berkoordinasi untuk mencari solusi konkret agar pasokan BBM tetap terjaga dan distribusinya berjalan tertib serta tepat sasaran. Ia mengingatkan persoalan yang tidak segera ditangani berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, langkah antisipatif harus menjadi prioritas sebelum situasi berkembang menjadi gejolak sosial.

“Pernyataan saya ini mohon ditanggapi dengan serius. Mari kita bersama-sama mencari solusi dan melakukan upaya preventif. Jangan sampai persoalan ini dibiarkan hingga berdampak negatif bagi masyarakat, bangsa dan negara, termasuk Kabupaten Kubu Raya,” pungkasnya.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait