KALBAR SATU ID – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan komitmen untuk mempercepat pemerataan pembangunan di Kecamatan Teluk Pakedai melalui penuntasan pengerjaan jalan poros ekonomi yang menghubungkan sejumlah desa. Ditarget rampung pada tahun 2027, Sujiwo menekankan pembangunan harus berlandaskan asas manfaat, prioritas, dan keadilan, alih-alih dipengaruhi kepentingan politik praktis.
Ia menargetkan pada 2027, pembangunan jalan poros ekonomi dimulai dari Sungai Nipah, Desa Madura, Teluk Pakedai II, Teluk Pakedai, hingga dilanjutkan ke Teluk Gelam. Setelah jalur utama tersebut tuntas, pemerintah kabupaten akan melanjutkan penanganan jalan di kawasan permukiman, termasuk akses menuju Tanjung Bunga dan wilayah sekitarnya sesuai prioritas pembangunan.
Menurut Sujiwo, keberadaan jalan poros ekonomi akan memberikan manfaat luas karena menjadi akses bersama bagi sejumlah desa, di antaranya Tanjung Bunga, Kuala Karang, Seruat I, Sungai Nipah, Sungai Nibung, Teluk Pakedai II, Teluk Pakedai, Desa Madura, dan Selat Remis.
“Kalau jalan poros ekonomi dari Sungai Nipah sampai Selat Remis bagus dan dilanjutkan hingga Teluk Gelam, banyak desa yang akan menikmati manfaatnya. Setelah jalan poros ekonomi tuntas, baru kita memikirkan jalan-jalan lingkungan. Prinsipnya, pembangunan harus memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” kata Sujiwo saat berdiskusi bersama para kepala desa di kediaman Kepala Desa Selat Remis, Kecamatan Teluk Pakedai, Kamis (15/10/2026).
Selain pembangunan jalan, Sujiwo juga menargetkan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di Kecamatan Teluk Pakedai dapat dituntaskan secara bertahap juga di 2027. Pada tahun ini, pemerintah daerah telah mengalokasikan penanganan PJU sekitar tiga hingga empat kilometer dan mendoriong pengerjaannya dapat segera dimulai.
“Jalan yang mulus dan terang tidak hanya meningkatkan kenyamanan serta kelancaran mobilitas masyarakat, tetapi juga membantu menekan risiko kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Sujiwo berpesan kepada para kepala desa agar selalu menjaga semangat pengabdian di tengah keterbatasan anggaran desa akibat pemangkasan Alokasi Dana Desa (ADD). Ia meminta kepala desa tetap menggerakkan masyarakat untuk bergotong royong, sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan, serta mendukung kegiatan PKK di wilayah masing-masing.
“Saya tahu suasana hati para kepala desa setelah ADD dipangkas. Namun, kita tidak boleh kehilangan semangat. Saya minta tetap kompak, gerakkan masyarakat untuk bergotong royong, dan dukung pergerakan PKK. Kita boleh berbeda latar belakang dan warna, tetapi untuk kepentingan rakyat kita harus bersatu,” pesannya.
Sujiwo menegaskan bahwa kepentingan rakyat harus menjadi prioritas tertinggi dalam setiap kebijakan dan pelaksanaan pembangunan. Ia mengajak seluruh kepala desa menyatukan perspektif serta memperkuat kerja sama agar pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan hasil nyata.
“Rakyat itu segalanya. Negara ini bukan milik penguasa atau pejabat, melainkan milik rakyat. Karena itu, rakyat harus kita utamakan. Mari kita satukan perspektif dan bersama-sama mengabdi dalam waktu yang kita miliki,” pungkasnya.







