Tak Terhalang Status Wilayah 3T, SDN 1 Nanga Kelawai Gelar Pesantren Ramadan

SDN 1 Nanga Kelawai Gelar Pesantren Ramadan, Sumber Foto : Istimewa
SDN 1 Nanga Kelawai Gelar Pesantren Ramadan, Sumber Foto : Istimewa

KALBAR SATU ID, DAERAH – Bulan suci Ramadan dimanfaatkan keluarga besar SD Negeri 1 Nanga Kelawai, Kabupaten Melawi, untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak kepada para siswa melalui kegiatan Pesantren Kilat Ramadan yang digelar selama dua hari, 12–13 Maret 2026.

Kepala SD Negeri 1 Nanga Kelawai, Mahriwati, S.Sos.I., M.Pd, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan pondasi keberhasilan peserta didik di masa depan.

Bacaan Lainnya

Pesantren Ramadan tahun ini mengusung tema “Melalui Kegiatan Pesantren Kilat Membentuk Kepribadian Siswa yang Beriman, Bertaqwa serta Berakhlakul Karimah.”

Menurut Mahriwati, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga dukungan dari kepala desa, pengawas pendamping sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan orang tua siswa.

Berbagai aktivitas keagamaan dilaksanakan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap ibadah dan nilai-nilai Islam. Kegiatan tersebut meliputi shalat duha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, muroja’ah hafalan, hingga kultum Ramadan yang disampaikan secara bergantian.

“Melalui momentum Ramadan ini, kami berharap pesantren kilat dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik, terutama dalam meningkatkan kualitas ibadah serta memperdalam pengetahuan keislaman mereka,” ujar Mahriwati.

Ia menambahkan, meskipun sekolah berada di wilayah kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para pendidik untuk terus mencerdaskan generasi bangsa.

“Meskipun berada di daerah 3T, hal itu tidak melemahkan semangat kami untuk mencerdaskan anak-anak Indonesia. Kami tetap berkomitmen memajukan dunia pendidikan, khususnya di SD Negeri 1 Nanga Kelawai,” tegasnya.

Mahriwati juga mengajak para siswa untuk meningkatkan semangat belajar, terutama dalam membaca dan menulis agar lebih mudah memahami ajaran agama.

“Marilah anak-anak kita mulai gemar membaca dan menulis agar lebih mudah mengenal serta memahami ajaran Islam,” tuturnya.

Ia turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Chica, M.Pd selaku pengawas pendamping sekolah, yang telah membantu terselenggaranya kegiatan Pesantren Ramadan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pengawas pendamping sekolah, para guru, orang tua siswa, serta semua pihak yang telah membantu dan mendukung terlaksananya kegiatan ini dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Muhammad Alif, S.Pd.I menjelaskan bahwa kegiatan pesantren Ramadan dibuka dan ditutup langsung oleh kepala sekolah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan shalat duha berjamaah, dilanjutkan kultum singkat, tadarus Al-Qur’an, serta muroja’ah hafalan.

Selain itu, para siswa juga diberikan penguatan pengetahuan dasar keislaman seperti hafalan surah-surah pendek, doa-doa harian, serta pengenalan nama-nama nabi dan rasul serta malaikat beserta tugasnya.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini serta membentuk karakter siswa yang religius dan berakhlak mulia,” jelasnya.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait