KALBAR SATU ID – Kehadiran Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis, dalam prosesi pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH) Kalbar tahun 1447 H/2026 M menjadi simbol kuat komitmen kolaborasi negara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat.
Di tengah suasana haru dan penuh kekhidmatan, Muhajirin Yanis tampak menyatu dengan para jemaah, petugas, serta seluruh unsur panitia, menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, profesionalitas, dan tanggung jawab.
Ia menyampaikan bahwa seluruh proses persiapan pemberangkatan jemaah haji Kalimantan Barat telah melalui tahapan yang matang dan terkoordinasi dengan baik, mulai dari aspek administrasi, kesehatan, hingga kesiapan mental dan spiritual jemaah.
Menurutnya, sinergi antara Kementerian Agama, Pemerintah Daerah, serta seluruh stakeholder menjadi kunci utama suksesnya penyelenggaraan haji tahun ini.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa setiap jemaah mendapatkan pelayanan terbaik. Haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan ruhani yang membutuhkan kesiapan menyeluruh,” ungkapnya.
Sebanyak 1.861 jemaah haji Kalbar yang tergabung dalam lima kloter (14–18) akan diberangkatkan secara bertahap melalui Asrama Haji Pontianak menuju Embarkasi Batam, kemudian melanjutkan perjalanan ke Jeddah. Seluruh rangkaian telah dipersiapkan secara optimal, termasuk pelaksanaan gladi keberangkatan serta koordinasi transportasi dan akomodasi.
Muhajirin juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan, kekompakan, serta memperkuat niat dalam menjalankan ibadah. Ia menekankan pentingnya menjaga adab selama di Tanah Suci, termasuk menghindari hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah.
“Kunci haji mabrur adalah kesabaran, keikhlasan, dan kemampuan menjaga diri. Mari jadikan momen ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya penuh makna.
Kehadiran Kakanwil Kemenag Kalbar ini sekaligus mempertegas bahwa negara hadir tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam pembinaan spiritual umat. Dengan semangat kebersamaan, pelayanan yang adaptif, serta doa yang tulus, diharapkan seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air membawa predikat haji mabrur yang penuh keberkahan.

