Kader Banser Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan

Kader Banser Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
Kader Banser Wafat Usai Bertugas di Muktamar NU, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID – Kepulangan Ketua Umum Pimpinan Pusat GP H. Addin Jauharudin bersama jajaran dijadwalkan mundur setelah kabar duka datang dari Anggota Banser Wonosalam Jombang, Supangat, Senin (31/8/26).

Supangat dikabarkan meninggal setelah melaksanakan tugas mulia melayani ulama dan para muktamirin dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang.

Bacaan Lainnya

Kesaksian keluarga dan rekan sejawat, Supangat masih tampak segar dan sehat. Dirinya masih mengikuti penugasan yang dibebankan organisasi.

Siang itu, sahabat Supangat tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Dia mengeluh lelah ringan karena tugas melayani padatnya muktamirin di lokasi. Sebuah dedikasi yang selalu ditunjukkan dengan penuh keikhlasan dan semangat menyukseskan acara para kiai.

Pada sore harinya, dirinya kembali ke rumah setelah tugas di lapangan rampung. Pada waktu Maghrib, masih berkumpul dengan keluarga dalam keadaan normal.
Baru pada jam 02.00 dini hari, kabar duka itu hadir dan menghentakkan seluruh sahabat-sahabatnya, termasuk keluarga yang ditinggalkan.

“Ini merupakan kehilangan kita semua kader Ansor dan Banser. Jadwal pulang setelah Muktamar kami tunda dulu dan takziah ke rumah duka, menyampaikan rasa duka yang sama serta mendoakan almarhum, juga keluarganya biar diberikan kekuatan,” kata Koordinator Keamanan Nasional Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama tersebut.

Menaruh rasa hormat setinggi-tingginya atas pengabdian yang diberikan oleh Supangat, Addin menegaskan bahwa dirinya bersama seluruh sahabat Ansor dan Banser, akan selalu membersamai keluarga almarhum.

“Ini adalah kakak-kakak kalian, saudara dan keluarga kalian,” tutur Addin sambil menunjuk para sahabat-sahabat yang lain yang ikut takziah ke rumah duka.

“Jangan pernah merasa sendirian, kalau ada apa-apa hubungi kami. Isyalllah, kami akan selalu siap ganti,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Addin mengirimkan doa dan tahlil bersama sahabat dan keluarga, serta menyerahkan santunan berupa uang tunai dan sembako untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait