Kunjungi MAN Mempawah, Kakanwil Kemenag Tanam Ubi dan Tekankan Madrasah Produktif

Kunjungi MAN Mempawah, Kakanwil Kemenag Tanam Ubi dan Tekankan Madrasah Produktif
Kunjungi MAN Mempawah, Kakanwil Kemenag Tanam Ubi dan Tekankan Madrasah Produktif. Foto/istimewa.

KALBAR SATU ID – Kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I ke Madrasah Aliyah Negeri Mempawah, Rabu (4/2/2026), terasa berbeda sejak langkah pertama menjejak halaman madrasah. Bukan karpet merah atau spanduk seremonial yang menyambut, melainkan lahan luas yang sedang dipersiapkan menjadi ruang hidup, tempat nilai, iman, dan produktivitas bertumbuh bersama.

Didampingi Plt. Kabid Pendidikan Madrasah H. Mahmud, S.Ag, kehadiran Kakanwil disambut penuh semangat oleh Kepala MAN Mempawah, Tutik Rusmawati, M.Pd, bersama para guru dan tenaga kependidikan. Dalam laporannya, Tutik menyampaikan berbagai progres nyata peningkatan layanan pendidikan, termasuk kolaborasi aktif antara guru dan siswa dalam program penguatan ekoteologi, sebuah langkah konkret dari Astaprotas Kemenag yang tidak berhenti pada jargon.

Bacaan Lainnya

Dengan luas lahan mencapai dua hektar, MAN Mempawah memilih jalan yang mungkin tidak populer tetapi relevan: memaknai madrasah sebagai ruang belajar yang hidup. Simbolnya sederhana namun bermakna—penanaman ubi kayu di lahan kosong madrasah, yang diresmikan langsung oleh Kakanwil. Sebuah sindiran halus bahwa tanah yang dibiarkan kosong, sama seperti potensi yang tak digarap, hanya akan menjadi catatan, bukan capaian.

Muhajirin Yanis mengapresiasi perencanaan yang tersusun rapi dan berorientasi dampak. Ia bahkan mendorong agar ke depan tanaman hias diganti dengan tanaman produktif seperti cabai, tomat, pandan, hingga jagung dan pinang. “Kalau lahannya luas, jangan kecilkan mimpinya,” pesannya, yang terdengar sederhana namun sarat visi.

Tak hanya soal hijau dan panen, perhatian juga diarahkan pada sarana prasarana. Program pembuatan pagar batas wilayah terus berjalan, dengan gagasan inovatif menjadikan pohon salak sebagai pagar hidup, aman, produktif, dan berkelanjutan. Sementara itu, rehab bangunan lama tetap diupayakan, meski untuk tahun 2026 prioritas dialokasikan pada rehabilitasi Aula MAN Mempawah.

Di bidang akademik, Muhajirin menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru harus berjalan seiring dengan inovasi pembelajaran. Literasi, penulisan karya ilmiah, dan pengembangan bahan ajar kreatif perlu terus didorong dengan menghadirkan narasumber kompeten.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kakan Kemenag Kabupaten Mempawah H. Ikhwan Pohan, S.Ag, M.Pd, Kasubag TU H. Ishak, S.Ag, M.Si, jajaran Kemenag Mempawah, serta dari Kanwil Kemenag Kalbar Ketua DWP Hj. Salbia Muhajirin dan Wakil Ketua Hj. Munirah Mahmud.

Kunjungan ini menjadi pengingat: madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang menanam nilai, memanen harapan, dan menyiapkan masa depan—bersama, berkelanjutan, dan penuh hikmah.

Ikuti GOOGLE NEWS atau Join Channel TELEGRAM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan