KALBAR SATU ID, TERKINI – Apresiasi dan dukungan terhadap kiprah DR. KH. Marsudi Syuhud di jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) terus mengalir dari berbagai daerah jelang perhelatan Muktamar NU ke-Muktamar NU ke-35. Kali ini, pandangan positif tersebut datang dari Sekretaris PCNU Kota Singkawang Legimin, M.Pd.
Legimin menilai bahwa rekam jejak pengabdian KH Marsudi Syuhud di Nahdlatul Ulama sudah tidak perlu diragukan lagi. Menurutnya, kepemimpinan dan dedikasi mantan Sekretaris Jenderal PBNU serta Wakil Ketua Umum PP MUI tersebut membuktikan kapasitasnya sebagai kader sejati yang matang secara organisasi.
“Beliau orang baik, dan sudah lama malang melintang di organisasi. Beliau adalah kader NU murni,” ujar Legimin, M.Pd di Singkawang.
Berdasarkan pengalaman panjang yang dimilikinya, Legimin menyebut bahwa sosok Kiai Marsudi sangat pantas untuk menempati posisi puncak kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Jam terbangnya dalam mengurus umat, baik di tingkat nasional maupun internasional, dinilai menjadi modal penting untuk membawa NU menjadi lebih baik di masa mendatang.
Oleh karena itu, tokoh pendidikan asal Kalbar ini meyakini bahwa langkah KH Marsudi Syuhud akan sangat mulus jika ia bersedia maju dalam bursa pencalonan ketua umum PBNU.
“KH. Marsudi Syuhud sudah berpengalaman dan bisa menjadi calon ketum PBNU. Peluangnya sangat besar kalau beliau mencalonkan diri,” tegasnya.
Ulangi Komitmen Khidmah dan Visi Kemandirian Umat
Kiai Marsudi Syuhud sendiri mengusung semangat “Memulihkan Retak Organisasi, Membuka Gerbang Kemandirian NU” sebagai tekad utamanya menuju Muktamar NU ke-35. Menempatkan diri sebagai Khodimul Ulama (pelayan ulama), Kiai Marsudi membawa visi besar untuk mentransformasi NU menuju kemandirian ekonomi melalui korporasi Badan Usaha Milik NU (BUMNU) yang akuntabel, penguatan pesantren yang unggul, serta responsif terhadap potensi generasi muda Nahdliyin (Gen-Z) berlandaskan nilai Aswaja An-Nahdliyah.
Empat program strategis utama yang ditawarkan mencakup:
- Akselerasi Kemandirian Berbasis Pesantren: Menggerakkan potensi ekonomi jaringan pesantren dan koperasi sebagai jangkar utama pertahanan serta kedaulatan umat di era digital.
- Penguatan Korporatisasi Lembaga Melalui BUMNU: Membangun ekosistem bisnis yang kokoh dan transparan dari pusat hingga daerah.
- Mengarusutamakan Potensi Gen-Z Nahdliyin: Menyiapkan ruang khidmah inovatif, beasiswa, dan penguasaan teknologi mutakhir agar generasi muda NU siap memimpin.
- Harmonisasi Tata Kelola Modern: Memadukan jalur kultural pesantren dan birokrasi profesional untuk memulihkan solidaritas internal demi pelayanan jemaah akar rumput.
Selain itu, kepemimpinan Kiai Marsudi diproyeksikan dapat memperkokoh NU sebagai mitra strategis dan kritis bagi pemerintah. Konsep dan program strategis yang ditawarkan memiliki irisan kuat dengan delapan agenda pembangunan nasional (Asta Cita), mulai dari penguatan Pancasila, ketahanan pangan berbasis komunitas warga desa dan pesantren, hingga pemberdayaan ekonomi UMKM dan koperasi pondok pesantren menuju Indonesia Emas 2045.
Pernyataan dari tokoh NU Kalbar beserta paparan gagasan ini semakin mempertegas KH Marsudi Syuhud sebagai figur perekat yang matang dan siap memimpin Nahdlatul Ulama menjawab tantangan abad kedua jam’iyah.






