KALBAR SATU ID, BISNIS – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Jumat, 27 Februari 2026, terpantau relatif stabil meski masih berada dalam tekanan eksternal.

Pada perdagangan akhir pekan ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp16.800 per dolar AS, tidak jauh berbeda dari posisi penutupan hari sebelumnya.

Mengacu pada kurs referensi dari Bank Indonesia, pergerakan rupiah masih mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons dinamika global. Fluktuasi terjadi dalam rentang terbatas, seiring pelaku pasar menunggu rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat.

Sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan. Penguatan dolar AS dipengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi yang dipertahankan oleh Federal Reserve. Kondisi tersebut membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, bergerak cenderung defensif.

Di pasar spot, rupiah sempat bergerak di rentang Rp16.700 hingga Rp16.900 per dolar AS sepanjang sesi perdagangan. Analis menilai tekanan terhadap rupiah relatif terkendali karena didukung fundamental domestik yang cukup stabil, termasuk inflasi yang terjaga dan kinerja ekspor yang masih positif.

Meski demikian, pelaku usaha dan masyarakat tetap disarankan untuk memantau perkembangan nilai tukar secara berkala. Volatilitas pasar global yang masih tinggi berpotensi memicu pergerakan kurs secara cepat, terutama menjelang akhir kuartal pertama tahun ini.

Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif namun dalam rentang yang terkendali pada perdagangan selanjutnya.