KALBAR SATU ID, BISNIS – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap ringgit Malaysia pada Selasa, 28 April 2026, menunjukkan tren fluktuatif dengan kecenderungan melemah tipis. Di pasar valuta asing, kurs berada di kisaran Rp3.400 hingga Rp3.450 per 1 ringgit Malaysia, mengikuti dinamika regional yang turut dipengaruhi sentimen global.

Penguatan ringgit terhadap rupiah tidak terlepas dari kondisi ekonomi kawasan serta pergerakan mata uang global, terutama dolar Amerika Serikat. Saat dolar menguat, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, umumnya mengalami tekanan. Hal ini turut berdampak pada nilai tukar terhadap ringgit yang relatif stabil namun cenderung menguat tipis.

Di dalam negeri, Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi untuk menjaga pergerakan rupiah tetap terkendali. Intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter menjadi instrumen utama dalam merespons tekanan eksternal yang terjadi.

Sementara itu, aktivitas perdagangan antara Indonesia dan Malaysia juga berpengaruh terhadap permintaan dan pasokan kedua mata uang. Kebutuhan transaksi lintas negara, terutama di sektor perdagangan dan tenaga kerja, ikut memengaruhi pergerakan kurs harian.

Sejumlah pelaku pasar menilai, pergerakan rupiah terhadap ringgit masih berada dalam rentang wajar, meskipun tetap dipengaruhi faktor eksternal. Stabilitas ekonomi domestik, termasuk inflasi dan pertumbuhan, dinilai menjadi kunci dalam menjaga daya tahan rupiah ke depan.

Masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi menggunakan ringgit, seperti pelaku usaha maupun pekerja lintas negara, diimbau untuk terus memantau perkembangan kurs guna mengantisipasi perubahan nilai tukar yang dapat terjadi sewaktu-waktu.