KALBAR SATU ID, BISNIS – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada Kamis (29/1/2026) diperkirakan bergerak stabil di kisaran Rp16.700–Rp16.800 per USD.
Tren ini melanjutkan pergerakan perdagangan sebelumnya yang menunjukkan Rupiah relatif mampu menjaga momentumnya di tengah tekanan pasar global.
Pada sesi penutupan perdagangan Rabu (28/1), kurs USD/IDR tercatat berada di level sekitar Rp16.708 hingga Rp16.722 per USD. Meski terdapat fluktuasi ringan, pergerakan hari itu dinilai cukup stabil dan tidak menunjukkan tekanan besar dari pasar valuta asing.
Saat pembukaan perdagangan pagi ini, Rupiah sempat menguat tipis ke rentang Rp16.732–Rp16.736 per USD. Penguatan singkat tersebut dipandang sebagai respons pelaku pasar terhadap sentimen ekonomi global, termasuk ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat serta perkembangan data ekonomi terbaru.
Sejumlah analis memprediksi volatilitas kurs sepanjang hari berpotensi tetap terjadi, walaupun tidak dalam skala besar. Faktor sentral yang dipantau pasar antara lain kebijakan Federal Reserve, laporan inflasi Amerika Serikat, hingga arah kebijakan moneter global menjelang kuartal pertama 2026.
Sepanjang Januari 2026, nilai tukar Rupiah tercatat bergerak pada rentang Rp16.680 hingga Rp16.900 per USD. Rentang pergerakan tersebut memperlihatkan situasi pasar yang masih dinamis, namun stabilitas domestik dinilai cukup membantu menjaga agar pelemahan Rupiah tidak semakin melebar.
Pelaku usaha, importir, serta masyarakat yang berkepentingan dalam transaksi valas disarankan tetap mengikuti perkembangan kurs secara berkala. Sementara itu, Bank Indonesia diperkirakan terus memonitor pergerakan nilai tukar dan siap melakukan langkah stabilisasi apabila diperlukan.
Dengan dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda, pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan berikutnya yang berpotensi menjadi penentu pergerakan nilai tukar dalam beberapa pekan ke depan.




